Pemkot dan Tokoh Agama Perkuat Sinergi Jaga Kerukunan, Polisi Ingatkan Ancaman Radikalisme dan Narkoba
Seputarsulutnews.co, Manado — Pemerintah Kota Manado bersama tokoh agama memperkuat sinergi dalam menjaga kerukunan umat beragama sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai persoalan sosial, mulai dari kebersihan lingkungan hingga ancaman radikalisme dan narkoba.
Hal ini mengemuka dalam kegiatan tatap muka Triwulan I pimpinan rumah ibadah se-Kota Manado yang diselenggarakan oleh Badan Kerjasama Antar Umat Beragama (BKSAUA) Kota Manado bersama Bagian Kesra Setda Kota Manado.
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Manado Andrei Angouw, Wakil Wali Kota dr. Richard Sualang, Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, serta jajaran pemerintah daerah, pengurus BKSAUA, pimpinan rumah ibadah, dan tokoh agama.
Ketua Presidium BKSAUA Manado Pdt. Judi Tunari menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi sarana komunikasi lintas agama sekaligus memperkuat dukungan terhadap program nasional gerakan ASRI yang berfokus pada kebersihan lingkungan.
Salah satu program yang didorong BKSAUA adalah kegiatan bersih-bersih rumah ibadah sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran menjaga lingkungan.
Wali Kota Manado Andrei Angouw menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam mendukung program pemerintah, khususnya terkait pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan.
Wali Kota meminta tokoh agama aktif mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan serta mendukung kebijakan pemerintah terkait pembatasan penggunaan plastik.
Selain isu lingkungan, Wali Kota juga mengajak para tokoh agama memperkuat komunikasi dan menjadi teladan dalam membangun etos kerja serta menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat.
Pada kesempatan itu, Andrei juga menyinggung dampak konflik global di Timur Tengah yang mulai dirasakan masyarakat, seperti kenaikan harga minyak dan kelangkaan elpiji.
Meski menghadapi kondisi efisiensi anggaran, Wali Kota memastikan pemerintah tetap berupaya mempertahankan pemberian insentif bagi tokoh agama di Kota Manado.
Sementara itu, Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid mengingatkan pentingnya kerja sama antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Kapolresta menyoroti berbagai ancaman sosial yang berkembang, termasuk penyebaran paham radikalisme melalui media sosial dan permainan daring.
Selain itu, Kapolresta juga mengingatkan bahaya pornografi, peredaran narkoba, serta minuman keras yang banyak menyasar generasi muda.
Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama oleh aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat agar generasi muda tidak terjerumus dalam aktivitas negatif.
Melalui pertemuan ini, pemerintah, tokoh agama, dan aparat keamanan berharap kolaborasi yang terbangun dapat memperkuat kerukunan umat beragama sekaligus menjaga stabilitas sosial di Kota Manado.(***)
