Gubernur Turun Tangan, FKDM Diperkuat: Meyvo Rumengan Siap Hadang Isu Pemecah Belah
Seputarsulutnews.co,Manado– Di tengah ancaman isu SARA dan potensi perpecahan, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling resmi menunjuk Meyvo Rumengan sebagai ujung tombak kewaspadaan dini menjadikannya “mata dan telinga” pemerintah untuk menjaga Sulut tetap utuh.
Penunjukan itu dilakukan melalui penyerahan SK pengurus Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Sulut di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Selasa (17/3/2026).
Dalam arahannya, Yulius tidak sekadar memberi mandat, tetapi juga peringatan keras. Ia menegaskan bahwa FKDM harus bergerak cepat membaca tanda-tanda konflik sekecil apa pun.
“Kalian adalah mata dan telinga Gubernur,” tegasnya, sembari meminta jaringan FKDM diperluas hingga ke tingkat lurah dan kepala desa.
Bagi Yulius, deteksi dini adalah kunci. Latar belakangnya dinilai membuatnya tidak ingin kecolongan terhadap potensi gangguan stabilitas daerah.
Merespons mandat itu, Meyvo Rumengan menyatakan kesiapan total. Ia menyebut tugas ini sebagai amanah besar yang akan dijalankan dengan sepenuh hati.
Lebih jauh, Meyvo menegaskan peran FKDM sebagai garda aktif dalam membaca situasi lapangan dan mencegah konflik sebelum membesar.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi.”Jangan biarkan kita terpecah hanya karena isu SARA dan kebencian,” tegasnya.
Pesan itu menjadi penutup sekaligus alarm: persatuan Sulawesi Utara kini tidak hanya dijaga pemerintah, tetapi juga oleh jaringan kewaspadaan yang akan bergerak hingga ke akar rumput.(***)
Susunan Pengurus FKDM Sulawesi Utara:
Ketua : Stevi Sumampouw
Wakil Ketua/Ketua Harian: Meyvo Rumengan
Sekretaris: Fiky Fegas Sorongan
Aanggota :
1. Abdullah Alburi
2. Jeremia Damongilala
3. Ferry Liando
4. Radem A Setyowati Sugiarto
