Kunjungi Sulut, Wakil Kepala BGN Ingatkan MBG Bukan Hanya untuk Siswa
Seputarsulutnews.co, Manado – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sonny Sonjaya, menegaskan bahwa sasaran utama Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah kelompok rentan, bukan peserta didik seperti yang selama ini banyak dipahami masyarakat.
Hal itu disampaikan Sonny dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan MBG di Hotel Sentra Minahasa, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, program MBG diprioritaskan untuk kelompok dalam fase 1.000 hari pertama kehidupan, yakni ibu hamil, janin, dan balita, sebagai langkah pencegahan masalah gizi sejak dini.
“Tujuan MBG adalah memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan, yaitu ibu hamil, janin, dan balita. Jadi bukan peserta didik yang menjadi prioritas utama,” ujar Sonny.
Ia juga menekankan agar mekanisme penyediaan bahan pangan dalam program MBG tidak dimonopoli oleh satu pemasok. Menurutnya, sistem distribusi yang sehat akan memberi dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Selain fokus pada pemenuhan gizi, MBG disebut turut dirancang untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Saat ini, BGN telah bekerja sama dengan 180 SPPG mitra yang telah beroperasi di berbagai daerah.
Sonny menjelaskan, skema kemitraan dipilih untuk mempercepat implementasi program dibanding menunggu pembangunan fasilitas pemerintah yang masih menghadapi kendala lahan dan persyaratan operasional.
BGN juga meminta pengelola SPPG memprioritaskan perekrutan relawan dari masyarakat sekitar, khususnya warga dengan kategori miskin ekstrem. Dari target 1,2 juta relawan secara nasional, saat ini baru sekitar 200 ribu yang telah terdata melalui sistem digital berbasis NIK.
Dalam kesempatan itu, Sonny turut mendorong seluruh unit SPPG aktif menggunakan media sosial seperti Instagram dan TikTok untuk menyampaikan informasi program kepada masyarakat sekaligus menangkal disinformasi.
“Media sosial menjadi sarana transparansi kepada publik, termasuk menyampaikan informasi gizi dan penggunaan anggaran,” katanya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten Perekonomian Setdaprov Sulawesi Utara, Jemmy Ringkuangan. Ia menyatakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mendukung penuh pelaksanaan MBG karena dinilai mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Jemmy, keterlibatan masyarakat lokal dalam program MBG diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat kesejahteraan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas komitmennya dalam meningkatkan kualitas generasi muda.(yren)
