Juni 21, 2026

Kadis Kebudayaan Sulut Yorry Lesawengan: Museum Sulut Bertransformasi Jadi Magnet Wisata Edukasi

181ed4ee-b4fb-47a6-b7c2-6066dca8096a

Seputarsulutnews.co,Manado– Upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam mengangkat nilai sejarah dan budaya daerah melalui pembaruan Museum Negeri Sulawesi Utara mendapat sambutan positif dari masyarakat. Setelah menjalani revitalisasi menyeluruh, museum tersebut kini hadir dengan konsep modern yang memadukan teknologi dan edukasi budaya.

Kepala Dinas Kebudayaan Sulawesi Utara, Yorry Rommy Lesawengan, mengatakan pembenahan museum merupakan bagian dari perhatian besar Gubernur Sulut Yulius Selvanus terhadap pengembangan sektor kebudayaan di daerah.

Menurutnya, museum yang sebelumnya identik dengan ruang pamer konvensional kini telah bertransformasi menjadi sarana pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif bagi berbagai kalangan, terutama generasi muda.

“Revitalisasi museum menjadi salah satu langkah penting dalam upaya pelestarian budaya sekaligus memperkenalkan sejarah Sulawesi Utara dengan pendekatan yang lebih modern,” ujar Lesawengan saat kegiatan Ngopi Bareng JIPS (Jurnalis Independen Pemprov Sulut) di Museum Sulut, Jumat (19/6/2026).

Beragam inovasi dihadirkan dalam museum yang baru. Pengunjung kini dapat mengakses informasi koleksi secara digital melalui pemindaian kode QR menggunakan telepon pintar. Sistem tersebut memungkinkan setiap benda koleksi memiliki narasi dan penjelasan yang mudah dipahami.

Tidak hanya itu, museum juga dilengkapi ruang imersif yang menyajikan perjalanan sejarah Sulawesi Utara melalui teknologi visual dan animasi. Pengunjung diajak mengenal perkembangan daerah mulai dari masa awal peradaban hingga era kekinian dalam suasana yang lebih hidup dan atraktif.

Sejumlah ruang tematik turut melengkapi pengalaman wisata edukasi, di antaranya ruang musik tradisional yang memperkenalkan alat musik khas daerah serta ruang kuliner yang menampilkan kekayaan warisan gastronomi Sulawesi Utara.

Antusiasme masyarakat terhadap wajah baru museum terlihat dari jumlah kunjungan yang terus meningkat. Dalam kurun waktu kurang dari satu bulan sejak kembali dibuka untuk umum pada akhir Mei 2026, jumlah pengunjung telah mencapai lebih dari 4.300 orang.

Capaian tersebut dinilai menjadi indikator bahwa museum kini semakin diminati sebagai destinasi wisata edukasi dan ruang belajar budaya bagi masyarakat.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pun berkomitmen terus mengembangkan Museum Sulut agar menjadi salah satu destinasi unggulan yang mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.(yren)