Juni 24, 2026

“Jangan Pindahkan TPA Ini!” Tangis Pemulung 26 Tahun Bikin Andrei Angouw Turun Tangan

FB_IMG_1782291705467

Seputarsulutnews.co, Manado– Di tengah tumpukan sampah dan deru alat berat yang bekerja sejak pagi, suara para pemulung di TPA Sumompo pecah saat Wali Kota Manado Andrei Angouw datang dan mendengar langsung jeritan mereka yang menggantungkan hidup dari lokasi tersebut.

Rabu (24/6/2026), Andrei Angouw meninjau langsung aktivitas di TPA Sumompo bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pontowuisang Kakauhe dan jajaran teknis. Ia mengecek proses pembuangan sampah, memantau kinerja alat berat, sekaligus berdialog dengan sopir truk dan petugas motor sampah.

Dari perbincangan itu, Wali Kota menemukan fakta bahwa sebagian petugas sudah mulai bekerja sejak pukul 04.00 pagi, namun hingga pukul 09.00 Wita ada yang baru menyelesaikan satu kali pengangkutan. Kondisi tersebut membuat Andrei meminta DLH segera melakukan evaluasi bersama para sopir guna mencari hambatan yang terjadi di lapangan.

Namun, perhatian terbesar justru tertuju kepada para pemulung yang selama puluhan tahun menggantungkan hidup dari TPA Sumompo.
Salah satunya Agustina Togas, perempuan asal Sitaro berusia 47 tahun yang sudah memulung sejak tahun 2000. Selama 26 tahun, ia mengaku mampu membesarkan dan menyekolahkan empat anak dari hasil memungut barang bekas di lokasi tersebut. Dua anaknya bahkan sudah berumah tangga.

Dengan penuh haru, Agustina memohon agar TPA Sumompo tidak dipindahkan.
Permohonan itu diamini para pemulung lainnya. Mereka mengaku keberadaan TPA Sumompo bukan sekadar tempat pembuangan sampah, melainkan sumber kehidupan bagi keluarga mereka.”Hidup keluarga tergantung TPA ini,” kata mereka serempak.(***)