Pertikaian Dua Desa di Kecamatan Belang Semakin Kondusif, Wakapolda Sulut Himbau Warga Agar Tidak Terpancing Isu Sara
Oplus_0
Seputarsulutnews.co.Mitra. – Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono diperintahkan langsung Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie, S.I.K, M.H memback up Polres Minahasa Tenggara (Mitra) Untuk pengamanan di Desa Watuliney dan Desa Molompar Kecamatan Belang yang bertikai sejak Minggu subuh kemarin. Bahkan kedua desa tersebut berangsur angsur kondusif.
Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono Didampingi Wakpolres Mitra Kompol Melky S. Makawahe, S.E kepada awak media yang berada dilokasi tersebut mengatakan bahwa kehadirannya di Lokasi dengan membawa personil satu (1) Kompi Ditsamapta dan 1 Kompi Brimob Polda Sulut. “Kami saat telah menguasai situasi, karena tugas utama kami menjaga keamanan Kamtibmas di Kecamatan Belang tepatnya perbatasan Desa Watuliney dan Desa Molompar. Sempat ada aksi masa yang ingin masuk ke wilayah Desa Molompar, namun kami dapat mengatasinya,” jelas Setiono.
Diapun menuturkan bahwa sesuai hasil data dan informasi yang didapat bahwa kasus di Belang ini Murni Kriminal. Rentetan kejadian dari pukul 01.30 itu, mulai ada provokasi dan penyerangan balik sehingga terjadi lemparan-lemparan yang mengakibatkan satu kotak kaca menara Gereja GMIM Silo Watuliney pecah, Dari situ kami bisa baca ini Kriminal Murni.
“Jangan terpancing dengan Isu SARA yang yang menyesatkan. Percayakan kepada kami pihak Kepolisian yang akan melaksanakan secara profesional dan proporsional, Ujarnya. Ditambahkan Wakapolda, bahwa pihak kepolisian sudah mengamankan barang bukti berupa CCTV dan lainnya, besok selesai olah TKP kami akan sampaikan kepada Bupati Mitra akan membersihkan dan memperbaiki kerusakan yang ada. Lanjut Wakapolda, dirinya sudah monitor ternyata sebelah menyebelah adalah keluarga sehingga harus dudukan masyarakat untuk Rukun Damai, Muslim Islam disini sudah menjadi satu keluarga besar disini karena memang jarak Gereja dengan Masjid juga tidak terlalu jauh dan memang beberapa kali penugasan saya mendapati beberapa daerah begini tetapi ini toleransinya tinggi sekali karena sudah berkeluarga bersaudara. Yang di takuti ini ada pihak-pihak yang provokasi,” tutur Wakapolda
Diapun menghimbau kepada masyarakat agar jangan langsung percaya apa yang beredar di medsos, namun percayalah kepada aparat kepolisian. “Kasus yang terjadi Di Desa Watuliney dan Desa Molompar ini bukan Isu SARA, tapi ini perkelahian antar kelompok pemuda,” ujar Wakapolda. Ini yang sementara kami tegakkan dan kami cari siapa yang memprovokasi dan siapa pelakunya. Tentunya kami akan lakukan penyidikan. Saat ini kami sudah mengantongi dan mengamankan 2 orang. Kami akan terus melakukan penyelidikan, siapapun yang terlibat maka akan di kenakan sanksi pidana,” pungkas Wakapolda Sulut Awi Setiyono. (Fredy)
