Nyaris Hilang dari Hutan Sulut, 85 Yaki di Minsel Kini Jadi Perhatian Besar Pemerintah
Seputarsulutnews.co,Minsel — Jika tidak diselamatkan sekarang, salah satu kebanggaan Sulawesi Utara ini bisa tinggal cerita. Ancaman kepunahan yaki (Macaca nigra) membuat Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan memperkuat langkah penyelamatan satwa langka tersebut.
Kekhawatiran terhadap masa depan yaki menjadi perhatian utama dalam pertemuan Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar bersama Yayasan Selamatkan Yaki Sulawesi (YSYS), Kamis (9/7/2026).
Dalam audiensi yang berlangsung di Kantor Bupati Minsel itu, YSYS memperkenalkan Ketua Yayasan yang baru, Dr. Khouni Lomban Rawung, sekaligus melaporkan perkembangan gerakan Yaki Pride Campaign yang terus diperluas di wilayah Minahasa Selatan.
Bukan sekadar kampanye, gerakan ini menyasar langsung generasi muda dan masyarakat. Puluhan pelajar telah mengikuti edukasi konservasi melalui Yaki Youth Camp, sementara sosialisasi perlindungan yaki terus digencarkan di sekolah maupun kawasan masyarakat sekitar habitat satwa tersebut.
Fakta mengejutkan muncul dari hasil penelitian di Hutan Lindung Gunung Lolombulan. Sebanyak 85 individu yaki ditemukan hidup dalam delapan kelompok populasi yang tersebar di empat kecamatan, yakni Amurang Barat, Motoling Timur, Ranoyapo, dan Modoinding.
Kondisi itu menjadi alarm penting bahwa perlindungan terhadap yaki tidak bisa ditunda.
Pemkab Minsel bersama YSYS dan BKSDA sepakat memperkuat edukasi publik, termasuk mengajak masyarakat tidak mengonsumsi satwa liar, terutama menjelang pelaksanaan tradisi Pengucapan Syukur.
Komitmen tersebut diperkuat melalui Instruksi Bupati Minahasa Selatan Nomor 65 Tahun 2025 yang mengatur perlindungan monyet yaki dan satwa liar dilindungi lainnya.
Menariknya, upaya penyelamatan yaki juga dikaitkan dengan kekayaan budaya lokal. Tradisi Mawolay dari Desa Poopo kini menjadi simbol baru bahwa menjaga alam dapat berjalan seiring dengan menjaga warisan budaya masyarakat.
YSYS mengapresiasi langkah Pemkab Minsel yang sejak 2024 aktif mendukung konservasi yaki melalui berbagai program, termasuk pembentukan 50 Duta Yaki dari kalangan pelajar sebagai penggerak kesadaran lingkungan.
Pertemuan tersebut dihadiri jajaran YSYS, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Frangky Tangkere, Kepala Satpol PP Rommy Rumagit, serta Kepala Bagian Sumber Daya Alam Frany Tilaar bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan.(***)
