Juni 5, 2026

Puncak Hari Anak Sedunia Tahun 2022, Gubernur Olly: Tolak perkawinan Dini dan kekerasan Anak

0
B7257876-873E-4102-B285-F1FEC2C060C6

Manado – Mari kita tingkatkan peran kita masing-masing, peran keluarga dalam pengasuhan serta menurunkan angka pekerja anak yang terintegrasi terhadap tumbuh kembang anak dan semua bersama-sama menjaga dan menolak perkawinan dini, serta menolak kekerasan pada anak-anak.

Penegasan ini disampaikan Gubernur Sulawesi Utara saat menghadiri Acara Puncak Hari Anak Sedunia (HAS) Tahun 2022 dengan tema ”Building Digital Relience For ASEAN Children”, di Kawasan Megamas Manado, Minggu (20/11/2022).

Kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 18 November kemarin, diselenggarakan di dua tempat yaitu Manado dan Tomohon. Kegiatan ini juga bersamaan dengan Forum anak ASEAN ke-7, dengan melibatkan sekitar 400-an delegasi anak dari 8 negara Asean termasuk Indonesia.

Lanjut Gubernur Olly, Hari Anak Sedunia 2022 adalah kesempatan bagi pemerintah untuk mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh anak-anak.

“Eksekutif Direktur UNICEF menyatakan masih ada banyak masalah utama yang dihadapi oleh anak-anak saat ini dan di masa depan,” ucapnya.

Olehnya Gubernur menuturkan pemerintah harus segera mewujudkan tanggung jawab tersebut ke dalam aksi nyata, karena anak-anak saat ini harus dihadapkan dengan masalah yang memiliki dampak jangka panjang seperti keterbatasan air bersih, iklim dan udara bersih, kesehatan mental, kemiskinan, hingga kekerasan dan konflik.

Dalam kesempatan, Gubernur juga mengajak semua pihak untuk bekerja sama, meningkatkan peran masing-masing sehingga semua anak bisa mendapatkan hak-haknya secara gratis dan konkret, menikmati lingkungan yang aman dan nyaman, sehingga tumbuh dan berkembang, menjadi anak-anak yang cerdas, unggul, dan dapat berperan dalam pembangunan bangsa dan negara.

Selain menciptakan lingkungan yang aman, Hari Anak Sedunia harus juga dimaknai dan dimanfaatkan untuk memperkokoh tekad dan memperkuat komitmen yang meningkatkan jalan sinergi pemerintah sampai dengan akar rumput.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati, SE.,M.Si., menyampaikan bahwa HAS adalah hari merayakan hak anak. Olehnya diharapkan kerja sama dari seluruh pihak untuk mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak.

”Hargai pandangan anak. Dan partisipasi dalam upaya perlindungan, kami bentuk wadah partisipasi anak dalam pembangunan yakni forum anak yang sudah terbentuk di 33 provinsi,” ucapnya seraya berharap agar wadah tersebut dapat menjamin perlibatan anak dalam pembangunan di Indonesia.

Turut hadir dalam kegiatan, Wagub Sulut Steven O.E Kandouw, Ketua TP-PKK Prov. Sulut Ritha Dondokambey-Tamuntuan, Sekretaris TP-PKK Provinsi Sulut dr. Devy Kandouw-Tanos, Forkopimda Sulut, beberapa Kepala Daerah se-Sulut, serta pejabat di lingkup Pemprov. Sulut.

Suasana HAS 2022
Peringatan HAS 2022 terasa lebih istimewa dengan keterlibatan delegasi Forum Anak ASEAN yang menyuarakan Suara Anak ASEAN yang dirangkum selama Forum Anak ASEAN ke-7 berlangsung. Dua orang perwakilan delegasi anak dari Singapura, Zhuang JunYou dan Indonesia, Alya Alkautsar menyuarakan Suara Anak ASEAN. Adapun Suara Anak ASEAN Tahun 2022, yakni Menyerukan kepada semua anak untuk bersuara guna meningkatkan kesadaran akan keamanan digital dan membantu masyarakat yang terpinggirkan untuk memiliki akses terhadap literasi digital.

Mendorong para orang tua dan wali untuk berkolaborasi dengan guru dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengedukasi anak terkait literasi digital.

Mendorong sekolah untuk aktif menerapkan pembelajaran digital dan meningkatkan kapasitas guru.

Mendorong masyarakat untuk membantu penggalangan dana dan mempromosikan kampanye terkait literasi digital.

Mendorong pemerintah untuk meningkatkan aksesibilitas internet bagi masyarakat di daerah terpencil.

Meminta dukungan dari pemerintah untuk memastikan pendidikan dan transformasi digital yang setara. Meminta pemerintah agar lebih banyak membangun mekanisme yang layak untuk mempromosikan partisipasi dan ketahanan digital bagi semua anak agar memungkinkan mereka memainkan peran aktif dalam menjadikan kawasan ini sebagai Episentrum Pertumbuhan.
Mengusulkan sekolah untuk mengatur kegiatan dan membuat platform untuk meningkatkan kolaborasi dengan perusahaan digital dan meminta perusahaan digital untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan digital abad ke-21 bagi siswa dan guru.
Menyadari tanggung jawab orang tua dan wali untuk mendukung, membimbing, dan mengawasi anak-anak mereka ketika anak-anak menggunakan internet dan untuk melindungi mereka dari potensi risiko dan bahaya.

Meminta pemerintah untuk menyediakan regulasi tentang kurikulum literasi digital di semua jenjang pendidikan terkait penegakan hukum dan perlindungan anak dari segala bentuk eksploitasi dan penyalahgunaan online.

Meminta pemerintah untuk membuat hotline yang aman dan dapat diakses untuk melaporkan eksploitasi dan pelecehan online kepada anak-anak.

Mendorong pemerintah untuk memberikan peningkatan kapasitas bagi semua aktor dan pemangku kepentingan terkait keamanan digital, dengan tetap memperhatikan keselamatan dan keamanan digital bagi semua anak.

Mengusulkan kepada Lembaga Swadaya Masyarakat untuk menciptakan kemitraan yang lebih strategis dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengadvokasi, menyebarluaskan, dan mengkampanyekan keselamatan dan keamanan digital untuk semua anak dan untuk menawarkan dukungan bagi korban penyalahgunaan dan eksploitasi online.

Mendesak perusahaan swasta untuk memastikan keamanan digital dengan memperkuat sistem perlindungan anak dan mempekerjakan pakar digital dengan memberikan upah dan remunerasi yang layak.
Menekankan pentingnya bagi perusahaan untuk mengedukasi pelanggan dengan memberikan informasi yang ramah pengguna dan detail yang memadai terkait keamanan digital mereka.

Mendesak orang tua dan wali untuk berkomitmen dalam pengasuhan yang baik dan memperhatikan kebutuhan belajar dan perkembangan anak-anaknya. Selain itu, mengimbau para orang tua untuk memelihara dan menjaga komunikasi dan interaksi yang sehat dengan anak-anaknya, serta mengikuti program pengasuhan digital terkait keamanan dan keselamatan digital.

Serangkaian peringatan HAS 2022 telah dilangsungkan sejak akhir Oktober 2022 dengan berbagai kegiatan seperti webinar dengan tema Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), pencegahan perkawinan anak, dan kesehatan reproduksi, serta penyusunan rencana aksi melalui program Warung Kopi Nusantara oleh anak-anak FAD se-Indonesia di Danau Linow, Tomohon.(wal/advetorial Kominfo Sulut)

Tinggalkan Balasan