Jejak yang Membekas, Warisan Perjuangan Lexie Solang untuk Petani dan Nelayan Terus Dikenang KTNA Sulut
SEPUTARSULUTNEWS.CO—Kepergian almarhum Lexie Solang bukan sekadar kehilangan satu tokoh, tetapi juga meninggalkan jejak panjang pengabdian yang terus hidup di tengah petani dan nelayan Sulawesi Utara (Sulut). Sosoknya mungkin telah tiada, namun nilai perjuangan dan ketulusannya tetap menjadi fondasi yang kuat bagi kemajuan sektor pertanian dan perikanan di Bumi Nyiur Melambai.
Pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sulut mengenang almarhum sebagai figur sentral yang selama ini bekerja dalam senyap, tetapi memberi dampak besar. Ketua KTNA Sulut Arly Dondokambey menyebut, dalam perjalanan organisasi, ada dua nama yang sangat berjasa, yakni J Umpel dan Lexi Solang.
Bagi Arly, Lexie bukan hanya pemimpin organisasi, melainkan sosok yang benar-benar hadir di tengah petani dan nelayan. Karakter rendah hati dan kemampuannya membangun kedekatan membuatnya dicintai banyak kalangan.
“Pak Lexie adalah sosok yang selalu hadir untuk petani dan nelayan. Beliau tidak hanya memikirkan kemajuan sektor ini, tetapi benar-benar berjuang untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Arly.
Pengabdian Lexie tidak berhenti di level daerah. Kiprahnya merambah hingga tingkat nasional melalui berbagai organisasi. Ia tercatat sebagai pengurus nasional Ikatan Alumni Magang Jepang (IKAMAJA) periode 1999–2018, Wakil Ketua International Farming Youth Indonesia (IFYI), serta Wakil Ketua Umum Pimpinan Nasional KTNA pada 2000–2018. Di daerah, ia pernah memimpin KTNA Sulut selama dua periode, yakni 2004–2018, setelah sebelumnya menjabat Sekretaris KTNA Sulut pada 1999–2003.

Salah satu pencapaian paling monumental dalam perjalanan pengabdiannya adalah keberhasilan menghadirkan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan di Minahasa pada 2024. Ajang tersebut diikuti sekitar 60.000 peserta dari seluruh Indonesia bahkan kawasan ASEAN, sekaligus mengangkat nama Sulawesi Utara di panggung nasional dan internasional. Lexi juga pernah menjadi Ketua Panitia Pelaksana PENAS 2004 di Minahasa, menunjukkan konsistensi perannya dalam membangun sektor ini.
Meski telah menapaki perjalanan panjang, kepercayaan terhadap sosok Lexie tidak pernah pudar. Ia bahkan masih dipercaya sebagai Dewan Pertimbangan Organisasi KTNA Sulut untuk periode 2026–2031.
Bagi KTNA Sulut, sosok Lexie Solang akan terus hidup dalam cerita, menjadi inspirasi lintas generasi petani dan nelayan.
“Kami akan terus menceritakan dan mengenang sosok Ir. Lexie Solang kepada petani dan nelayan Sulawesi Utara. Dedikasi beliau akan selalu menjadi teladan,” tambah Arly.
Di tengah duka, harapan pun disematkan agar semangat juang almarhum tetap menyala dan diteruskan.
“Tuhan Yesus memberkati,” tutup Arly.
Kepergian Lexie Solang mungkin meninggalkan ruang kosong, tetapi warisan pengabdiannya telah menjelma menjadi energi yang akan terus menggerakkan pembangunan pertanian dan perikanan di Sulut. (*)
