Mei 28, 2026

Ritual Suci di Pesisir Manado: Wali Kota Andrei Angouw Hadiri Melasti Jelang Nyepi 1948 Saka

FB_IMG_1773628863132

Seputarsulutnews.co, Manado– Suasana sakral dan penuh khidmat menyelimuti pesisir Tongkaina, Kota Manado, saat umat Hindu menggelar Upacara Melasti sebagai rangkaian menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, Minggu (15/3/2026).

Ritual suci yang digelar di Pura Segara Tirtha Amerta, Kelurahan Tongkaina itu turut dihadiri langsung Wali Kota Manado Andrei Angouw bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Manado Irene Angouw-Pinontoan.

Kehadiran kepala daerah tersebut menjadi perhatian umat Hindu yang mengikuti prosesi Melasti. Mereka menyatu dalam ritual penyucian yang berlangsung di tepi laut dengan suasana religius yang kental.

Ritual Penyucian Menjelang Nyepi

Upacara Melasti merupakan salah satu ritual penting bagi umat Hindu menjelang perayaan Hari Raya Nyepi.

Tradisi ini dimaknai sebagai proses penyucian diri, baik secara lahir maupun batin, sekaligus pembersihan benda-benda sakral pura dan alam semesta.

Prosesi dilakukan dengan membawa pratima serta sarana upacara menuju sumber air suci—dalam hal ini laut—yang diyakini sebagai simbol pemurnian.

Ratusan umat Hindu dari berbagai wilayah di Kota Manado hadir mengikuti rangkaian ibadah tersebut dengan penuh kekhusyukan.
Wali Kota Sampaikan Ucapan Selamat

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Andrei Angouw menyampaikan ucapan selamat kepada umat Hindu yang sedang menjalani rangkaian ibadah menjelang Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

“Pemerintah Kota Manado mengucapkan selamat kepada umat Hindu yang melaksanakan rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi. Semoga seluruh prosesi dapat berjalan dengan baik, lancar, dan penuh hikmat,” ujar Angouw.

Wali Kota berharap momentum spiritual ini semakin memperkuat hubungan umat Hindu dengan Sang Pencipta, Tuhan Yang Maha Esa.

Simbol Kerukunan di Kota Manado

Lebih dari sekadar ritual keagamaan, Angouw menegaskan kegiatan Melasti juga mencerminkan kuatnya nilai toleransi yang selama ini hidup di Kota Manado.

Menurutnya, keberagaman agama dan budaya di Manado merupakan kekuatan sosial yang harus terus dijaga bersama.

“Kegiatan keagamaan seperti ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat kerukunan antarumat beragama di Kota Manado,” tambahnya.

Dengan kehadiran pemerintah daerah dalam perayaan tersebut, diharapkan nilai toleransi, kebersamaan, serta harmoni antarumat beragama di Manado semakin kokoh menjelang perayaan Nyepi.(***)