Dishut Sulut Tingkatkan Pengawasan Kawasan Hutan Hadapi Musim Kering
Seputarsulutnews.co, Manado — Dinas Kehutanan Daerah Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat kolaborasi lintas lembaga dalam menjaga kawasan hutan di Sulawesi Utara di tengah keterbatasan sumber daya dan meningkatnya ancaman kebakaran hutan serta deforestasi.
Hal tersebut mengemuka dalam diskusi “Ngopi Bareng JIPS” yang digelar di Lapangan Tembak Rimba Rawa, Kompleks Kantor Dishut Sulut, Jalan Pomurow, Manado, Senin (25/5/2026).
Kegiatan itu menghadirkan insan pers bersama jajaran Dinas Kehutanan Sulut dan Balai Taman Nasional Bunaken.
Dalam diskusi tersebut terungkap sejumlah tantangan yang dihadapi sektor kehutanan saat ini, mulai dari maraknya deforestasi, alih fungsi lahan, lemahnya pengawasan kawasan hutan, hingga ancaman pembalakan liar dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinas Kehutanan Sulut, Rainier N. Dondokambey, mengatakan pihaknya terus membangun sinergi dengan berbagai instansi, termasuk aparat penegak hukum, dalam upaya pengamanan kawasan hutan melalui patroli dan sosialisasi regulasi.
Menurutnya, luas kawasan hutan di Sulawesi Utara mencapai lebih dari 764 ribu hektare yang terdiri atas kawasan konservasi, hutan lindung, dan hutan produksi.
“Dengan luas kawasan hutan yang besar, kami terus membangun kolaborasi dan inovasi di tengah keterbatasan yang ada,” ujarnya.
Selain fokus pada pengamanan kawasan hutan, Dishut Sulut juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman fenomena El Nino ekstrem atau yang disebut “Godzilla”, yang diperkirakan memicu cuaca panas dan kering pada pertengahan 2026.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan akibat menurunnya curah hujan dan mengeringnya vegetasi.
Rainier menjelaskan, berbagai langkah mitigasi telah dilakukan, di antaranya peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan penanganan karhutla serta pembentukan kelompok Masyarakat Peduli Api di sejumlah wilayah di Sulawesi Utara.
Selain itu, Dinas Kehutanan Sulut juga telah menggelar rapat koordinasi bersama lintas instansi dan perangkat daerah guna memperkuat penanganan ancaman karhutla.
Pihaknya berharap seluruh elemen masyarakat ikut berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau ekstrem berlangsung.(yren)
