Mei 25, 2026

Gubernur Sulut Yulius Selvanus Salurkan 46 Kurban hingga Pulau Terluar

Screenshot_20260525_104917_Facebook

Seputarsulutnews.co, Manado– Ketika harga sapi melonjak dan anggaran tak lagi longgar, sebuah langkah tak biasa muncul dari Sulawesi Utara, 46 sapi kurban tetap dikirim hingga ke wilayah terpencil demi memastikan tak ada warga muslim merasa sendiri saat Idul Adha tiba.

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menunjukkan komitmennya menjaga semangat toleransi dan kepedulian sosial dengan tetap menyalurkan puluhan hewan kurban bagi masyarakat muslim di seluruh penjuru Sulut.

Sebanyak 46 ekor sapi kurban disiapkan Pemerintah Provinsi Sulut menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Gubernur Yulius di kompleks Kantor Gubernur Sulut, Senin (25/5/2026).
Angka tersebut terdiri dari 30 ekor sapi yang dibiayai Pemprov Sulut dan 16 ekor bantuan Presiden Republik Indonesia.
Di balik angka itu, terdapat tantangan besar. Kenaikan harga sapi membuat jumlah bantuan tahun ini harus disesuaikan. Namun, pemerintah memastikan bantuan tetap berjalan.

“Memang setiap tahun penyerahan bantuan hewan kurban berbeda-beda sesuai dengan anggaran. Tahun ini ada pengurangan karena harga sapi naik,” ujar Yulius.

Alih-alih memangkas pemerataan bantuan, Pemprov justru memilih strategi distribusi yang lebih tepat sasaran. Daerah dengan tingkat ekonomi masyarakat yang masih terbatas menjadi prioritas utama.

“Besok saya serahkan satu ke Bolmong, sapi kurban dari Presiden. Prioritas diberikan ke daerah yang masyarakatnya kurang mampu,” kata Yulius.

Tak hanya kota besar, sapi kurban juga dikirim ke wilayah kepulauan dan daerah terluar Sulawesi Utara, termasuk Sangihe dan Talaud. Sejumlah masjid penerima tersebar di Manado, Minahasa, Kotamobagu, Sitaro hingga kawasan Bolaang Mongondow Raya.

Bagi banyak warga, bantuan ini bukan semata soal daging kurban, tetapi juga tentang kehadiran negara di tengah keterbatasan ekonomi dan pesan persaudaraan di provinsi yang hidup dalam keberagaman.

“Diharapkan bantuan ini berguna bagi masyarakat muslim yang menjalani ibadah dan merayakan kurban,” tutur Yulius.

Kebijakan tersebut pun menuai apresiasi dari tokoh agama dan masyarakat karena dinilai membantu warga kurang mampu agar tetap dapat merasakan kebahagiaan Idul Adha secara merata di seluruh wilayah Sulut.(***)