Bupati Kepulauan Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit Menyampaikan Rasa Syukur Terwujudnya Listrik 24 Jam di Pulau Buhias
Seputarsulutnews.co, Sitaro– Warga Pulau Buhias, aparat pemerintah, hingga para pelajar berkumpul dengan wajah penuh antusias, menanti momentum bersejarah yang akan mengubah wajah kehidupan di wilayah kepulauan.
Sekitar pukul 11.00 WITA, kegiatan Pelaksanaan Penyalaan 24 Jam Operasi PLTD Buhias Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro resmi dimulai di Pulau Buhias. Agenda ini menjadi penanda berakhirnya ketergantungan masyarakat terhadap listrik terbatas yang selama ini dirasakan.
Kegiatan strategis ini dilaksanakan oleh PLN UID Suluttenggo UP3 Tahuna dan dihadiri langsung oleh Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, S.KM, bersama jajaran pejabat daerah lintas sektor yang menunjukkan kuatnya sinergi pemerintah daerah dan PLN.
Sejumlah pejabat turut mendampingi Bupati, mulai dari Asisten II, Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Kaban Bapperida, hingga para kepala dinas seperti Kominfo, PUPRPKP, Kesehatan, Perikanan, Pertanian, serta unsur kewilayahan dan pemerintahan kampung.
Masyarakat Pulau Buhias Kecamatan Siau Timur Selatan tumpah ruah menghadiri acara tersebut. Anak-anak pelajar SD, SMP, hingga SMK tampak bersuka cita, menjadikan momen ini sebagai peristiwa yang akan mereka kenang sepanjang hidup.
Puncak acara terjadi saat mesin listrik PLTD Buhias dihidupkan langsung oleh Bupati Chyntia Ingrid Kalangit. Dengan hitungan “satu, dua, tiga,” mesin dinyalakan, disusul ungkapan syukur kepada Tuhan sebagai tanda bahwa listrik di Pulau Buhias resmi menyala 24 jam penuh.
Tepuk tangan, sorak sorai, dan wajah-wajah bangga mewarnai suasana. Bagi warga, nyala lampu bukan sekadar cahaya, melainkan simbol harapan dan kemajuan yang selama ini dinantikan.
Dalam sambutannya, Bupati Kepulauan Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit, S.KM menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas terwujudnya listrik 24 jam di Pulau Buhias. Ia menegaskan bahwa penyalaan ini bukan sekadar program kelistrikan, melainkan wujud nyata kehadiran negara hingga ke pulau-pulau terluar.
“Ini adalah janji pemerintah kepada masyarakat Pulau Buhias. Hari ini kita buktikan bahwa pulau kecil pun berhak atas terang dan masa depan yang lebih baik,” ujar Bupati dengan suara penuh haru.
Bupati Chyntia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia melalui Wakil menteri yang hadir, Gubernur Sulawesi Utara, serta PT PLN yang telah merespons cepat kebutuhan masyarakat kepulauan. Ia mengakui bahwa perjuangan menghadirkan listrik 24 jam tidak mudah, namun dengan kolaborasi dan komunikasi yang intens, harapan masyarakat akhirnya terjawab.
“Saya percaya, ketika kita bekerja dengan niat tulus dan berpihak pada rakyat, Tuhan akan membuka jalan,” tuturnya disambut tepuk tangan warga.
Lebih lanjut, Bupati mengajak masyarakat Pulau Buhias untuk menjaga dan memanfaatkan listrik dengan bijak demi kemajuan bersama. Ia berharap kehadiran listrik 24 jam dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, serta membuka peluang usaha baru bagi warga.
“Listrik ini adalah awal. Tugas kita bersama adalah memastikan cahaya ini benar-benar menjadi terang bagi masa depan anak-anak Pulau Buhias,” pungkas Bupati Chyntia Ingrid Kalangit, S.KM.
Kegiatan ini semakin istimewa karena turut dihadiri Gubernur Sulawesi Utara dan Kepala PLN Suluttenggo secara virtual, bahkan diikuti perwakilan kementerian melalui sambungan daring.
Dalam momen penuh haru, masyarakat dan para pelajar secara serentak menyampaikan ucapan terima kasih melalui siaran langsung Zoom kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto melalui Wakil Menteri, Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling, serta jajaran PLN.
Pesan Gubernur Sulawesi Utara yang ditayangkan secara virtual menyentuh hati para pelajar. Ia mendorong anak-anak Pulau Buhias untuk meraih cita-cita setinggi langit dan tidak pernah berhenti belajar dengan hadirnya listrik 24 jam.
“Tuhan pasti berkehendak, suatu saat akan ada anak-anak pulau seperti kalian yang kelak menjadi pemimpin, bahkan menggantikan saya,” ujar Gubernur, disambut tepuk tangan meriah dari hadirin.
Pencapaian ini dinilai luar biasa. Dalam waktu kurang dari 10 bulan kepemimpinan, Bupati Chyntia Ingrid Kalangit mampu menghadirkan layanan listrik 24 jam untuk Pulau Buhias, setelah sebelumnya Pulau Pahepa Tapile lebih dulu menikmati layanan serupa.
Menariknya, Pulau Buhias sebelumnya tidak termasuk dalam daftar wilayah penerima layanan listrik 24 jam. Namun berkat lobi intensif Bupati kepada Gubernur Sulawesi Utara dan PT PLN, akhirnya layanan tersebut dapat diwujudkan.
Peluncuran listrik 24 jam ini diyakini akan menimbulkan efek domino bagi seluruh sektor kehidupan masyarakat di dua kampung, Buhias dan Matole, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pertumbuhan ekonomi.
Delapan puluh tahun Indonesia merdeka dan delapan belas tahun Sitaro menjadi daerah otonom, Pulau Buhias akhirnya merasakan “kemerdekaan dari gelap gulita,” sebuah kalimat yang kerap terdengar dari warga setempat.
Dengan listrik yang stabil, nelayan kini dapat menyimpan hasil tangkapan lebih lama, menjual ikan dengan harga lebih baik, dan perlahan menggerakkan roda perekonomian lokal menuju kesejahteraan.
Ungkapan syukur juga datang dari Yut Lely, warga Matole. “Puji Tuhan, akhirnya impian kami sudah tercapai,” tuturnya dengan mata berbinar.
Hal senada disampaikan Jhon, warga Buhias. Ia mengaku sudah membeli AC, kulkas, bahkan freezer untuk membuat es batu. “Sekarang kami tidak perlu lagi menyeberang ke Ulu untuk menyimpan ikan,” katanya bangga.
“Terima kasih Bapak Wakil menteri, Bapak Presiden, terima kasih Bapak Gubernur, terima kasih Ibu Bupati. Menyala PLN, menyala Gubernurku, menyala Bupatiku,” seru masyarakat, menutup acara dengan penuh harapan akan masa depan Pulau Buhias yang semakin terang.(***)
