Mei 28, 2026

Rasa Solidaritas antar Sesama, SMP Katolik Stella Maris Tomohon Gelar Aksi Peduli Kasih Di Desa Lowatag

Oplus_131072

Oplus_131072

Mitra.Seputarsulutnews.co.- Sekolah Menengah Pertama (SMP) Katolik Stella Maris Tomohon gelar aksi peduli kasih dengan menyalurkan bantuan sembako untuk masyarakat yang terdampak bencana alam pergeseran tanah beberapa waktu yang lalu di Desa Lowatag, Kecamatan Touluaan Selatan Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra),Kamis (10/4-2025).

Kepala Sekolah SMP Katolik Stella Maris Tomohon Yoyok Dwi Prasetya SS mengatakan, giat ini adalah bentuk solidaritas dari pihaknya untuk masyarakat yang terdampak bencana di Desa Lowatag.

” Bantuan ini tidak seberapa tapi semoga bisa bermanfaat untuk masyarakat”, ucap pak Yoyok.

Dijelaskan pak Yoyok, salah satu rumah yang terdampak adalah milik dari keluarga Pelleng Mokat yang anaknya Eklesia Pelleng merupakan siswa dari sekolahnya.

“Bentuk solidaritas untuk keluarga Eklesia maka seluruh orang tua siswa yang ada di SMP Stella Maris dengan ikhlas menjadi donatur untuk membantu semua yang terdampak bencana ini.” Ucapnya.

Oplus_131072Hukum Tua Desa Lowatag, Nova Munaiseche mengapresiasi bantuan yang disalurkan pihak SMP Katolik Stella Maris Tomohon, menurutnya bencana pergeseran tanah yang terjadi di desanya pada tanggal 22 maret 2025 lalu mengakibatkan 23 keluarga yang terdampak dan ada 2 keluarga yang harus mengungsi karena rumahnya sudah sangat rawan untuk ditempati salah satunya adalah keluarga dari Eklesia Pelleng.

“Pastinya bantuan yang diberikan sangat bermanfaat, Tuhan pasti balas berkat untuk orang tua siswa, pihak sekolah SMP Stella Maris yang sudah berdonasi untuk kami disini, atas nama pemerintah dan masyarakat saya ucapkan terima kasih untuk bantuannya.” Pungkasnya.

Sementara itu Hesly Peleng, salah satu keluarga yang terdampak bencana mengucapkan terimah kasih kepada SMP Katolik Stella Maris Tomohon yang sudah membantu.

“Ini sangat berarti bagi kami keluarga kami Keluarga Pelleng Mokat, ujar Hensly yang merupakan salah satu wartawan Biro Mitra.

Diketahui keluarga ini telah pindah ketempat lain karena rumah mereka terdampak pergeseran tanah cukup parah. (Fredy)