Tiga Orang Tewas, Dalam Insiden Helikopter Tambang Jatuh Di Hutan Halmahera

HALMAHERA TENGAH – Heli Bell 429 PK-WSW yang hilang kontak di kawasan Hutan Halmahera, Provinsi Maluku Utara kemarin, ditemukan hancur dan Tiga Orang Tewas mengenaskan. Diduga Heli Bell itu mengalami masalah dan jatuh. Penemuan Heli Bell itu dilakukan gabungan Tim Search And Rescue (SAR) pada Rabu (21/02/2024).
Helikopter City (Helicity) yang di sewa PT. Weda Bay Nickel (WBN), Kabupaten Hamahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, membawa Capt Agus Sumaryanto (Pilot), Capt Septian (Co Pilot), dan Pax Umar Ali yang merupakan karyawan dinyatakan Tewas di lokasi jatuhnya Heli Bell tersebut .
Dalam pernyataanya kepada Media, Kepala Basarnas Ternate, Fathur Rahman mengungkapkan, Heli Bell yang jatuh itu, ditemukan dalam kondisi hancur/rusak. Selain itu Toga Orang ditemukan telah meninggal dunia.
Menurut informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, sebelumnya Heli Bell ini sedang melaksanakan penerbangan untuk pengangkutan logistik dan karyawan perusahaan sebanyak 8 orang. Namun, beruntung karyawan yang Iain telah diturunkan ke sejumlah titik lokasi tambang menyisakan Tiga orang yang kini menjadi korban meninggal dalam kecelakaan.
Pihak Tim SAR Gabungan, berhasil mengevakuasi korban dalam kecelakaan itu.
Ketiga korban menumpangi Heli bell 429 PK-WSW itu berangkat dari Bandara Cekel Tanjung Uli (Bandara PT IWIP) – Jiguru (JGR) – Pinto East (PNE) – Kaorahai (KRH) – Bandara Cekel Tanjung Uli (Bandara PT IWIP).
Sekitar Pukul 07.00 WIT, Tim E. PT IWIP melaksanakan pencarian sortie 1 dengan menggunakan Heli PK DAM dari Bandara Cekel Tanjung Uli menuju PNN (Pinto North) dan Pukul 07.30 WIT Tim Rescue Basarnas Ternate melaksanakan brifing dengan PT IWIP guna membahas rencana pencarian hari ini. Proses evakuasi, lanjutnya dilakukan sekitar Pukul 09.55 WIT setelah Heli PK DAM selesai pencarian sortie 1 dan mendarat di PNE.
Hasil pemantauan udara pada 00° 37 19.8 N / 128° 06 30.0 E terpantau secara visual adanya serpihan yang diduga berasal dari Heli Bell 429 PK-WSW dan pukul 10.50 WIT, Tim SAR gabungan tiba di lokasi dan langsung melaksanakan proses evakuasi.
Pukul 11.59 WIT korban sudah dievakuasi dalam keadaan meninggal menuju ke Kamp PNE, selanjutnya korban dibawa menuju Bandara Cekel. Pukul 14.05 WIT Heli PK.DAM lepas landas dari PNE menuju Bandara Cekel Tanjung Uli dengan membawa jenazah dan tiba pada pukul 14.20 WIT di Bandara Cekel Tanjung Uli. Para korban kemudian dibawa menuju RSUD Weda untuk dilakukan proses identifikasi oleh Tim DVI Polda Maluku Utara.
Ditambahkan Kepala Basarnas Ternate, Dengan telah ditemukan korban, kata dia, maka operasi SAR ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan kesatuannya masing-masing, seperti Kodim 1512/Weda, Polres Kabupaten Halmahera Tengah, Sat Brimob Polda Maluku Utara, Ditpolairud Polda Maluku Utara, dan Komunitas Panjat Tebing Merah Putih (VRI) serta Relawan Bencana.(Oke)
