Juni 16, 2026

Proaktif Pencegahan dan Penanganan Stunting, Pemdes Wioi Tiga Gelar Musdes Khusus Rembuk Stunting.

0
IMG_20220624_174221

Mitra.Seputarsulutnews.com.-  untuk mencegah stunting di desa Wioi Tiga, pemerintah Desa (Pemdes) bersama BPD melaksanakan rembuk Stunting.

Kegiatan Musdes khusus Rembuk Stunting tersebut dilaksanakan hari ini, jumat (24/6) bertempat di BPU Desa Wioi Tiga dan dipimpin  sekaligus membuka kegiatan ketua BPD Desa Wioi Tiga Noldy Pangalo.

Camat Ratahan Timur (Ratim) yang diwakili Kasie PMD Kecamatan Ratim Levie Korompu M.Si.

Dalam sambutannya Korompu mengatakan bahwa kegiatan Rembuk Stunting dan Musdes perencanaan tahun anggaran 2023 sudah delapan desa yang melaksanakan kegiatan tersebut.

Diapun menambahkan bahwa Maksud dilaksanakan Rembuk stunting tahun ini  adalah untuk  mengevaluasi kegiatan yang dilaksanakan pemerintah desa  serta permaslahan yang dihadapi keluarga yang mempunyai anak Stunting.

” Apakah program pemerintah Desa yang telah tertata dalam APBDes sudah maksimal atau perlu lagi ada penambahan exra  dalam APBDes tahun berikutnya dalam upaya penangan kasus stunting,” ujar Korompu.

Ditambahkannya bahwa program Pencegahan stunting merupakan program pemerintah Pusat yang harus dilaksanakan pemerintah daerah termasuk pemdes Wioi Tiga.

Marilah kita ber rembuk dengan baik untuk membahas perkembangan serta mempercepat penanganan stunting yang ada di desa Wioi Tiga, ujar Korompu.

Hukum Tua Desa Wioi Tiga Jufri Timpal mengatakan bahwa masalah stunting adalah tugas kita bersama. Bukan hanya pemerintah desa, tetapi semua elemen masyarakat yang ada di desa Wioi Tiga.

Diakui Timpal tahun lalu jumlah stunting di desanya ada 5 anak, namun saat ini telah berkurang satu dan saat ini jumlahnya menjadi Empat (4)

Namun pemdes akan terus berupaya untuk memberi perhatian khusus kepada anak penderita stunting.

” Saya akan berupaya mencegah stunting sejak Dini dengan memberikan asupan gisi dan makan tambahan yang akan di tata dalam APBDes tahun anggaran 2023 nanti.

” Saya berharap ada penambahan anggaran untuk bahan makanan dan asupan gisi lebih kepada para anak yang stunting serta ibu hamil dalam APBDes tahun 2023 mendatang ,” jelas Timpal.

Sementara itu pendamping lokal desa Wanda Mokodompit dalam pemaparannya mengatakan bahwa Stunting identik dengan tinggi badan anak yang tidak sesuai dengan usianya.

Ini perlu pendampingan extra kita terhadap anak usia dini dalam masa pertumbuhannya

Ditambahkan Mokodompit, pencegahan stunting sejak dini dimana masih dalam proses kehamilan sampai 2 tahun sejak lahir.

Hadir dalam Musdes rembuk Stunting Desa Wioi Tiga, Cristian Langi dari Puskesmas Ratahan Timur, pendamping Desa Meyni Sengkey, Perangkat Desa dan BPD, tokoh masyarakat diantaranya Darwin Sualang, Jhoni Sahensolar, Solly Sahensolar, KPM desa Wioi Tiga Meis Toka, tutor Paud, dan para Kader yang ada di desa tersebut.

Usai kegiatan Remuk Stunting permasalahan dan pencegahan, dilanjutkan dengan Musyawarah Desa (Musdes) Rencana Kerja Pemerintah Desa  (RKPDes) tahun Anggaran 2023 yang kegiatannya dipandu oleh ketua BPD. (Fredy)

Tinggalkan Balasan