Juli 10, 2026

Api Bisa Datang Kapan Saja! Manado Kini Punya Pasukan Relawan Baru, Wali Kota: Ini Soal Nyawa

FB_IMG_1783567960636

Seputarsulutnews.co, Manado — Saat api membesar dan warga membutuhkan pertolongan dalam hitungan detik, Manado kini menyiapkan kekuatan baru: ratusan tangan relawan yang siap berdiri di garis paling depan.

Pemerintah Kota Manado resmi membentuk dan mengukuhkan Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR) Kota Manado tahun 2026, Kamis (9/7/2026), sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran.

Acara pengukuhan yang digelar di Kantor Damkar Manado menjadi momentum lahirnya pasukan relawan yang akan membantu tugas pemadam kebakaran dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekot Manado dr. Steaven Dandel, M.Ph., Asisten I Julises Oehlers, S.H., Kadis Damkar Manado Jimmy Charles Rotinsulu, S.E., M.Si., Kepala BPBD Manado Drs. Donald Sambuaga, M.Si., jajaran Damkar, serta para relawan REDKAR.

Setelah rangkaian pembukaan, pemerintah menetapkan pembentukan REDKAR melalui Surat Keputusan Wali Kota Manado tahun 2026. Prosesi dilanjutkan dengan pengukuhan relawan, pembacaan Panca Dharma REDKAR, hingga penyerahan atribut sebagai tanda dimulainya tugas kemanusiaan tersebut.

Wali Kota Manado memberikan pesan keras kepada para relawan yang baru dikukuhkan. Menurutnya, tugas REDKAR bukan pekerjaan biasa karena menyangkut keselamatan manusia.

“Ini soal nyawa dan kerugian material. Karena itu kerja relawan harus dilakukan secara serius,” tegas Wali Kota.
Ia meminta seluruh anggota REDKAR mengikuti pelatihan secara maksimal agar mampu menghadapi berbagai situasi darurat.

“Relawan harus siap di lapangan, selalu berkoordinasi, dan bekerja sebagai satu tim,” ujarnya.

Dengan terbentuknya REDKAR, Pemkot Manado berharap masyarakat memiliki kekuatan tambahan dalam menghadapi ancaman kebakaran serta mempercepat respons ketika bencana terjadi.

Setelah pengukuhan, Wali Kota mengecek langsung kondisi Kantor Damkar Manado, mulai dari fasilitas, sarana pendukung hingga kesiapan infrastruktur pelayanan pemadam kebakaran.(***)