Pengawasan dan Inovasi PADes di Tengah Tantangan Efisiensi Anggaran Wajib Bagi BPD
Seputarsulutnews.co, Bolsel– Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kabupaten Bolsel yang digelar di Hotel Swiss-Bel Hotel Maleosan, Manado.
Kegiatan yang diikuti seluruh anggota BPD dari tujuh kecamatan ini dihadiri oleh Asisten I Alsyafri Kadullah SPd, ME bersama sejumlah pejabat tinggi pratama Pemda dan para sangadi (kepala desa). Bimtek tersebut difokuskan pada peningkatan peran BPD dalam mendukung efisiensi pengelolaan anggaran dan mendorong kemandirian ekonomi desa.
Melalui arahannya, Wabup Deddy menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemkab Bolsel untuk memperkuat kapasitas BPD sebagai mitra strategis pemerintahan desa.
“BPD harus memiliki kemampuan yang mumpuni dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pengambilan keputusan di tingkat desa,” tegasnya.
Top eksekutif ini juga menyoroti tantangan yang akan dihadapi pada tahun 2026, terutama terkait kebijakan efisiensi anggaran nasional yang berdampak pada penurunan Alokasi Dana Sektoral (ADS) dari Rp59 miliar menjadi Rp52 miliar dan Alokasi Dana Desa (ADD) dari Rp38 miliar menjadi Rp33 miliar.
“Dalam kondisi seperti ini, desa perlu lebih kreatif. BPD harus ikut mendorong peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) agar pembangunan tetap berjalan dan berpihak pada masyarakat,” ucapnya.
Ia juga mendorong penguatan ekonomi desa melalui koperasi, salah satunya Koperasi Merah Putih yang diharapkan dapat menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Selain itu, Wabup mengingatkan bahwa tahun 2026 tidak akan ada pembangunan fisik yang dibiayai oleh APBD, sehingga program desa harus benar-benar dirancang dengan matang agar tetap tepat sasaran.
“Seluruh elemen desa, termasuk BPD, harus ikut mensosialisasikan kebijakan efisiensi anggaran ini agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat,” pesannya.
Akhirnya, duet sehati Bupati Iskandar Kamaru ini memberikan apresiasi atas capaian Bolsel dalam menurunkan angka stunting, yang menurutnya merupakan hasil kerja keras bersama seluruh pihak hingga ke tingkat desa.
“Ini merupakan hasil kerja keras semua pihak, termasuk pemerintah desa yang terus mendukung program-program kesehatan dan gizi masyarakat,” pungkasnya.(***)
