April 17, 2026

Tragedi Ambruknya Musola Ponpes Alkhoziny di Sidoarjo, 1 Korban Jiwa Teridentifikasi

3f46b618-9289-4000-a93c-67e1997138f5

Bangunan Pondok Pesantren Al-khoziny yang ambruk (Foto :Basarnas Surabaya)

Seputarsulutnews.co, Sidoarjo– Peristiwa ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, yang menimpah ratusan santri, menelan satu korban jiwa pada Senin (29/9/2025).

1 santri teridentifikasi bernama Maulana Ibrahim, warga Kalinayar, Pabean Cantian, Kota Surabaya meninggal dunia. Jenazah rencananya akan dimakamkan di Desa Lomaer, Kabupaten Bangkalan, Madura.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Julest Abraham Abas menyebut, hingga Senin malam, total korban musala ambruk ini mencapai 80 orang.

“Mendapatkan informasi di RS Hajar, satu korban meninggal dunia,” ujarnya, Senin (29/9/2025) malam.

Selain satu korban jiwa, tercatat 79 santri mengalami luka-luka. Sebanyak 45 dirawat di RS Islam Siti Hajar dan 34 lainnya di RSUD Sidoarjo.

Evakuasi korban dilakukan dengan mengerahkan empat unit alat berat di lokasi. Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, material reruntuhan berupa cor beton membuat proses evakuasi berjalan lambat.

“Alat berat yang disiagakan ada empat unit. Tapi juga lihat kondisi di lapangan sesuai kebutuhan,” katanya.

Tim SAR dan aparat gabungan masih bekerja keras memastikan tidak ada korban lain yang tertimbun.

BPBD Kota Surabaya mencatat, sebagian besar santri yang menjadi korban adalah warga Surabaya. Dari jumlah tersebut, delapan santri mengalami luka ringan dan sudah diizinkan pulang dengan catatan rawat jalan. Sementara itu, 25 santri lainnya yang berasal dari Surabaya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.(*/sumber inews.id)