DP2KB Gelar Mini Lokakarya Di Kecamatan Ratahan Timur
Mitra.Seputarsulutnews.Com.- Dinas pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) melaksanakan kegiatan Mini Lokakarya tingkat Kecamatan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kecamatan Ratahan Timur hari ini, Rabu (11/10) bertempat di BPU Desa Wioi.
Kepala Dinas P2KB Kabupaten Mitra Dr Helny Ratuliu melalui Kabid Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Pergerakan Satnly Wahongan SE dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan mini lokakarya tingkat kecamatan terus di dilakukan di masing masing Kecamatan dan saat ini kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Ratahan Timur (Ratim).
Ada beberapa kegiatan yang menjadi prioritas diantaranya percepatan penurunan angka stunting si Kabupaten Mitra termasuk didalmnya Kecamatan Ratim.
Dikatakan Wahongan, Kecamatan Ratim merupakan daerah yang jumlah stunting ketiga tertinggi di Kabupaten Mitra.
Untuk itu, Mantan Sekcam Pusomaen mengharapkan peran serta seluruh stakholder yang ada di Kecamatan Ratim untuk terus memberikan sosialisasi maupun bantuan agar kecamatan Ratim bisa keluar dari angka Stunting.
Sementara itu Kepala Kecamatan (Camat) Ratahan Timur Fanky Ngongoloy ST dalam sambutannya mengatakan bahwa Stunting di Kecamatan Ratim sampai saat ini masih terlalu tinggi jika dibandingkan dengan kecamatan Lainnya yang ada di Kabupaten Mitra.
“Saat ini Kecamatan Ratim, untuk status Stunting masuk tiga besar di Kabupaten Mitra,” ujar Ngongoloy.
Diapun mengharapkan adanya keterlibatan semua pihak yang ada di Kecamatan Ratahan Timur untuk membatu pemerintah agar permasalahan Stunting cepat teratasi.
” Mari torang keroyokan agar Stunting cepat teratasi. Mari torang bersama Stakholder yang ada terus berusaha ahar jumlah stunting semakin menurun,” harap Ngongoloy.
Pihak Puskesmas Ratim melalui Kepala Puskesmas (Kapus) Dr Nancy Pondaag mengatakan bahwa mempercepat penurunan stunting perlu adanya penangan cepat dari kota semua.
Dikatakan Pondaag, Stunting adalah tidak kesesuaian antara antara tinggi badan dan berat badan tidak sesuai.
Percepatan Penurunan Stunring merupakan program pemerintah pusat sampai 14 persen dan saat ini program tersebut sudah mulai terlihat dengan menurunnya angka stunting.
” Khusus di Kecamatan Ratim angka Stunting terus mengalami kenaikan sehingga saat ini jumlah stunting diatas 18, orang,” ujar Pondaag.
Diapun menyampaikan bahwa untuk percepatan penurunan stunting perlu adanya pendekatan pendekatan pelayanan kesehatan, pemberian makanam tambahan, tambahnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Puskesmas Ratim, staf Kecamatan Ratim, Hukum Tua se Kecamatan Ratim, PPKBD, PKK Kecamatan Ratim serta undangan Lainnya. (Fredy)
