Mantan Kades Perangen Rainis, Dituntut 20 Tahun Penjara, 500 Juta Dana Desa, Ludes..!!

oleh -1749 Dilihat
oleh
Kepala Cabang Kejari (Kacabjari) Kepulauan Talaud Rahmad Abdul, SH,

TALAUD – Kasus dugaan korupsi yang ditangani, Cabang Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Talaud di Beo terus bergulir dengan tersangka utama, Mantan Kepala Desa Perangen, Kabupaten Kepulauan Talaud. Mantan Kades itu diduga Menyelewengkan Dana Desa Perangen Tahun 2018 sampai 2019.

Dari informasi yang dirangkum media ini, menyebutkan, Kepala Cabang Kejari (Kacabjari) Kepulauan Talaud Rahmad Abdul, SH, saat ini kasusnya sudah tahap sidang.

Terdakwa melanggar Primair: Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dan ditambahkan oleh UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP Subsidair : Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dan ditambahkan oleh UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Jadi dalam sidang perdana, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari kita telah membacakan dakwaan kepada terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Manado atas nama Nefkly Aalang Sedu. Yang mana didakwa dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara atau kurungan badan dan denda paling banyak 1 Miliar, “ungkap Kacabjari Beo.

Dalam persidangan, terdakwa telah mendengar isi dakwaan yang dibacakan oleh Tim JPU Cabang Kejari Kepulauan Talaud di Beo dan terdakwa menyatakan mengerti akan isi surat dakwaan tersebut serta tidak akan mengajukan eksepsi. Diketahui Nefkly Aalang Sedu adalah Kepala Desa Perangen pada waktu itu 2018-2019. Kerugian negara yang disebabkanya mencapai Rp. 529. 173.466,82. Sidang akan dilanjutkan kembali pada 18 Oktober 2023 dengan agenda pemeriksaan saksi. (Oke)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.