Produksi Meningkat Dengan Sistem Jajar Legowo
Bolmong–Nama saya Altap Mokodompit, umur saya 52 Tahun membina keluarga kecil mempunyai seorang istri dan 3 orang anak, pendidikan akhir SLTA, saya dilahirkan dan dibesarkan serta tinggal di desa Mongkoinit Kecamatan Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow.
Sejak tahun 2005 dipercaya sebagai penyuluh swadaya, ketua kelompok tani Monano II, ketua Gapoktan Pongoyoman, serta pengurus P3A. Saya memiliki lahan sawah seluas 1.5 ha, dimana pada kelompok tani Monano II yang beranggotakan 18 Orang memiliki luas sawah 20 Ha yang di miliki oleh 18 orang anggota kelompok. Kelompok Monano II merupakan salah satu dari kelompok tani masuk wilayah daerah irigasi Monano yang merupakan kewenangan propinsi dan bisa mengairi 150 ha khusus untuk desa Mongkoinit.
Semenjak ada Program IPDMIP di kecamatan lolak Tahun 2019, kelompok monano II yang menjadi lokasi Sekolah lapang. Dalam sekolah lapang tersebut disiapakan 1 ha lahan sawah sebagai lahan praktek peserta dengan saprodi di sediakan oleh dinas.
Materi dalam sekolah lapang yang akan diberikan merupakan hasil dari rembug tani sesuai dengan permasalahan yang dihadai dan kebutuhan petani lapangan yang difasilitasi oleh penyuluh pertanian. Dari hasil rembug tani ditetapkan materi yaitu adalah pengolahan tanah, penggunaan Varitas unggul, pembuatan persemaian, penggunaan pupuk berimbang, pengendalian hama dan penyakit, sistem tanam jajar legowo, pengendalian gulma, tata guna air serta analisa usaha tani.
Selain kegiatan sekolah lapang yang pernah saya ikuti, juga saya juga mengikuti pelatihan penyuluh swadaya, tukar pengalaman antar petani, engikuti pelatihan PLEK bersama istri. Pada pelatihan PLEK ini, banyak ilmu yang saya dapat, misalnya pencatatan biaya yang keluar dan hasil pada pengelolaan sawah dan tanaman lainnya serta pemanfaatan lahan di sekitar rumah. Dan saat ini untuk pencatatan pengeluaran rumah tangga sudah saya mulai lakukan.
Saya banyak terinspirasi dan termotivasi setelah mengikuti kegiatan sekolah lapang yang dapat lihat langsung dan nyata, karena dalam prosesnya menerapkan belajar langsung praktek serta diskusi dan hal tersebut saya terapkan di lahan saya sampai saat sekarang.
Teknologi yang saya lakukan pengolahan tanah yang baik, pemilihan benih yang berlabel, cara pembuatan persemaian yang benar, sistem tanam jajar legowo, pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit, pengendalian gulma, tata guna air serta uji PUTS sehingga saya dapat mengetahui berapa banyak pupuk Urea, Ponska dan KCl yang harus saya gunakan di lahan sawah.
Sebelum ikut sekolah lapang IPDMIP kebiasaan saya dan teman teman kelompok tani dalam penggunaan bibit padi menggunakan bibit lokal yang sudah berulang ulang di tanam kembali karena andalan karena rasanya, tanpa melihat bibit unggul yang berlabel, ternyata sama rasanya dengan bibit lokal, akan tetapi hasil produksinya yang berlabel lebih banyak. Setetah ikut sekolah lapang saya merubah pola tanam yaitu sudah menggunakan bibit unggul yang berlabel, dan dalam pengolahan sawah saya sudah menggunakan hand traktor milik senidiri.
Begitu juga kebiasaan sebelumnya dalam menanam padi, petani menanam dengan sistem tradisional dan tidak teratur, dan setelah yang mengikuti sekolah lapang, saya melihat bahwa banyak manfaatnya kalau menanam sistem jajar legowo karena mempermudah dalam perawatan dalam pemupukan dan pengendalian gulma, memudahkan padi untuk mendapat sinar matahari langsung, juga dapat mempermudah dalam pengendalian hama dan penyakit.
Dengan tahu banyak manfaatnya dari tanam jajar legowo, sejak saya melaksanakan sekolah lapang sampai sekarang ini saya sudah melaksanakan sistem tanam jajar legowo dan hal ini dapat di buktikan dilapangan ( di lahan saya) selain itu sistem tanam jajar legowo di lihat dari jauh maupun dari dekat kelihatan indah, karena kebetulan lahan saya dekat dengan jalan, teknologi yang saya lakukan ini sering saya Upload di media sosial berupa FaceBook.
Ilmu yang dapat dari sekolah lapang dan sudah dipraktekkan sampai saat ini, juga saya mengajak dan memberikan pemahaman pada teman teman anggota kelompok monano II dan semua masyarakat tani yang ada di sekitar desa mongkoinit untuk menerapkan tehnologi pertanian terutama sistem tanam jajar legowo.
Karena ada anggapan, petani merasa rugi kalau ada tanaman kosong di tengah dan pada saat itu petani belum menggunakan tanaman sisipan. Setelah saya jelaskan perlunya tanaman sisispan dan manfaat tanaman pinggir serta adanya peningkatan popolasi tanaman baru petani paham dan mengerti.
Khusus di kelompok tani saya dan umumnya Desa Mongkoinit, dalam penerapan sistem tanam jajar legowo ada 2 model yaitu dengan cara tanam pindah dan tabela (tabur benih langsung). Model tanam pindah dengan proses persemaiandulu kebanyakan diterapkan pada Musin Tanam 1 yaitu periode Oktaber Maret, karena saat itu air yang melimpah dan cukup hujan yang cukup. Model tanam tabela di pada Musim Tanam 2 yaitu April September dengan pertimbangan debit air yang kurang karena adanya jaringan irigasi yang rusak dan bocor. Sistem penanaman yang di lakukan bervariasi diantara petani yaitu 4:1, 5:1 dan 6 : 1., sedangkan untuk 2 :1 hanya sebagian kecil yang menerapkan.
Khusus untuk Musim Tanam 2 saya bersama petani lainnnya untuk menjaga agar air selalu tersedia, maka kami melakukan kegiatan momosad (gotong royong) dengan kerja bakti memperbaiki saluran jaringan irigasi agar air lancar dan terbuang. Untuk penanaman cara tabela petani merancang khusus alat yang digunakan yang diatur jarak tanamnya.
Dengan menerapkannya teknologi tersebut diatas hasil panen saya yang semula hanga 4 hingga 4,5 ton GKP sudah menjadi 6,5 ton GKP/Ha, sedangkan untuk panen saya menggunakan combine yang di sewa pada petani lain yang memiliki alat tersebut. Dari hasil tersebut langsung dibawah ke gilingan dan dilakukan proses penggilingan, yang hasil di jual langsung di gilingan dengan harga Rp.9000 /Kg, dengan biaya produksi yang saya keluarkan Rp. 9.000.000, maka mendapat harga beras dalam keadaan bersih sebanyak Rp. 20.000.000,-. Saya merasakan ada penambahan pendapatan setelah mengikuti Sekolah Lapang sebanyak Rp. 4.000.000,- per musim tanam.
Pemasaran beras saya jual langsung ke pengusaha gilingan, karena sebelumnya sudah menjalin kemitraan atau kerjasama terkait dengan harga serta sarana produksi dan biaya lainnya di tanggung oleh pengusaha gilingan. Selama ini saya belum memanfaatkan dana KUR atau lainnya karena prosesnya yang cukup panjang.
Dampak lain yang dari kegiatan sekolah lapang sehingga produksi saya meningkat yaitu dalam pembuatan persemian yang baik dan jumlah benih yang diperlukan, kalau sebelum mengikuti sekolah lapang benih yang diperlukan dalam satu hektar 100 kg, dan sekarang menjadi 45 kg perhektar. Demikian juga cara penanamannya per rumpun sekarang 2 sampai 3 tanaman yang dulunya lebih banyak.
Selain itu dalam pemberian pupuk yang dulunya cuman pancing pancing (istilah lokal) sekarang sesuai dengan kebutuhan tanaman, dengan jajar legowo tersebut saya mudah melakukan pengedalian hama dan penyakit serta gulma pada tanaman padi.
Memang untuk meyakinkan petani agar menerapakan tanam sistem jajar legowo melalui proses yang cukup panjang. Menurut saya perubahan ini tidak terjadi secara tiba tiba, setelah mengikuti Sekolah Lapang saya adaptasi dulu terutama menyangkut perubahan budaya karena pengetahuan, ketrampilan dan cara menerima teknologi baru bervariasi setiap petani. Dengan kapasitas juga sebagai penyuluh swadaya saya selalu menerapkan di lahan sawah saya sehingga petani lain dapat melihat langsung. Dengan seiring waktu lambat laun petani mencoba untuk menerapkan sistem jajar legowo ini di lahanya, saya bersyukur yang sebelummnya kurang dari 20 % dan sekarang lebih dari 60 % yang menerapkan.
Harapan saya agar program pemberdayaan petani apakah IPDMIP atau program lain yang dapat meningkatkan produksi dan pendapatan petani dapat di lanjutkan oleh pemerintah dalam hal ini kementrian pertanian karena dengan kegiatan semacam ini sangat membantu petani dalam hal perubahan sikap dan pola pikir serta menjadikan wadah berbagi pengalaman, informasi dalam menuju kemandirian petani yang lebih sejahtera.***
