April 30, 2026

Pidato Kartini Menggema, Tapi Fakta Ini Bikin Kaget: Daerah Masih Bergantung pada Pusat!

FB_IMG_1777551498521

Seputarsulutnews.co, Kotamobagu– Upacara Peringatan Hari Kartini dan Hari Otonomi Daerah ke-30 di Lapangan Boki Hotinimbang, Kotamobagu, Kamis pagi, berlangsung khidmat sekaligus penuh pesan tajam.

Wali Kota Kotamobagu bersama Wakil Wali Kota Rendy Firgiawan Mangkat dan Forkopimda memimpin langsung upacara tersebut, menegaskan bahwa perjuangan R.A. Kartini belum selesai.

“Ini bukan sekadar seremoni,” pesan yang mengemuka. Semangat Kartini disebut harus nyata hadir dalam kehidupan perempuan yang berani bermimpi, berkarya, dan mengambil peran penting dalam pembangunan.

Dorongan untuk memperkuat posisi perempuan di sektor pendidikan, ekonomi, hingga pembangunan daerah menjadi sorotan utama. Pesannya jelas: tanpa perempuan kuat, Indonesia tak akan berdiri kokoh.

Namun suasana berubah ketika isu otonomi daerah disinggung.
Dalam amanat Mendagri yang dibacakan, terungkap kenyataan yang tak bisa dihindari banyak daerah, termasuk Kotamobagu, masih bergantung pada dana transfer pusat.

Fakta ini menjadi alarm keras. Ketergantungan tersebut dinilai mempersempit ruang gerak daerah dalam menentukan prioritas pembangunan dan menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat.

Di tengah tuntutan pelayanan publik yang terus meningkat, pemerintah daerah kini dihadapkan pada dua tekanan sekaligus: harus mandiri, namun masih terikat pada pusat.

Pesan penutupnya tegas sinergi pusat dan daerah bukan lagi pilihan, melainkan keharusan jika ingin mewujudkan pembangunan yang merata dan kesejahteraan masyarakat.(***)