November Tahun 2022, Ini Tiga Program Diresmikan dan Dicanangkan Gubernur Olly Dondokambey
Gubernur Sulut Olly Dondokambey resmi melakukan penutupan pintu air sebagai tanda dimulainya pengisian air (initial impounding) pada Bendungan Kuwil Kawangkoan
Manado—Luar biasa dan HEBAT, khusus bulan November 2022, ada tiga program besar di resmikan dan di canangkan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey. Dari tiga program tersebut, dua infrastruktur dan satu program pertanian.
Infrastruktur pertama, Gubernur Sulut Olly Dondokambey resmi melakukan penutupan pintu air sebagai tanda dimulainya pengisian air (initial impounding) pada Bendungan Kuwil Kawangkoan, Jumat (25/11). Kedua, meresmikan penyelesaian pembangunan Rumah Susun (Rusun) dan Rumah Khusus (Rusus) pada Lingkup Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi I, yang diselenggarakan di Rumah Susun Seminari Menengah St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Tomohon, Jumat (4/11/2022).

Program Pertanian, Gubernur Olly mencanangkan Gerakan “Marijo Bakobong” dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Menanam tepat di momen Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-51. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kawasan Perkebunan, Jl. Ir. Soekarno Kabupaten Minahasa Utara, Selasa (29/11/2022). Dimana Gubernur Olly menjadi Inspektur Upacara dan turut hadir Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw, Plh Sekdaprov Sulut Steve Kepel, Sekda Minut bersama seluruh pejabat Pemprov Sulut, dan Pemkab Minut.
Diketahui, melakukan penutupan pintu air sebagai tanda dimulainya pengisian air (initial impounding) pada Bendungan Kuwil Kawangkoan, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey bersama Direktur Bendungan dan Danau Airlangga Mardjono didampingi Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I, I Komang Sudana.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengisahkan terkait latar belakang dari hadirnya Bendungan Kuwil Kawangkoan yakni ketika banjir bandang yang melanda Kota Manado pada Tahun 2014 lalu, kala itu ia mengikuti Rapat Paripurna Dewan bersama Puan Maharani yang saat itu menjadi Ketua Fraksi PDIP di DPR-RI.
“Sehingga saat itu juga, saya bersama Ibu Puan Maharani langsung mengunjungi lokasi bencana dengan membawa bantuan. Semoga dengan adanya Bendungan Kuwil Kawangkoan, Kota Manado akan lebih aman dari banjir,” kata Gubernur.
Ia pun memberikan apresiasi kepada Presiden Joko Widodo serta masyarakat di Minahasa Utara serta pihak BWS Sulawesi I, sehingga Bendungan Kuwil dapat dilaksanakan impounding.

“Bendungan ini khusus untuk pengendali banjir, air baku dan ada pembangkit listrik. Terima kasih kepada Presiden Jokowi karena Bendungan Kuwil Kawangkoan bisa selesai dan terima kasih kepada pemerintah desa dan masyarakat yang sudah rela menyerahkan tanah ini. Terima kasih kepada Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I dan jajarannya karena dengan dilaksanakannya impounding atau tahap pengisian awal bendungan, ini menjadi tanda kesiapan pengoperasian Bendungan Kuwil Kawangkoan,” urai Gubernur.
Impounding adalah tahap awal penyelesaian keseluruhan pembangunan bendungan. Setelah impounding masih ada beberapa tahap yang akan dilalui sebelum pemenuhan bendungan, sebelum dapat secara penuh dioperasionalkan oleh pihak pengelolah.

Dibangunnya Bendungan Kuwil Kawangkoan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat dan pengendali banjir khususnya di Kota Manado dan sekitarnya.
Selain daripada itu, pada saat dimulainya pengisian air di Waduk Kuwil, Ia pun mengingatkan agar para pihak pelaksana dapat perhatian dengan melakukan pemantauan, pencatatan dan analis data instrumentasi baik sebelum dan setelah dilaksanakannya pengisian bendungan.

Bendungan Kuwil Kawangkoan memiliki kapasitas tampung 23,4 juta m3 dan luas genangan 139 hektare. Bendungan ini dibangun sejak 2016 dengan total biaya konstruksi Rp 1,9 triliun, yang terbagi menjadi tiga paket pekerjaan konstruksi. Untuk paket pertama, pembangunannya dikerjakan oleh PT Wijaya Karya – DMT (KSO), paket dua dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero) Tbk, dan paket ketiga dikerjakan oleh PT Wijaya Karya – PT. Nindya Karya (KSO).
Semedangkan meresmikan penyelesaian pembangunan Rumah Susun (Rusun) dan Rumah Khusus (Rusus) pada Lingkup Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi I, yang diselenggarakan di Rumah Susun Seminari Menengah St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Tomohon, Gubernur Olly berpesan seluruh pihak terkait untuk mengoperasikan Rusun dan Rusus dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan peruntukkannya.

“Saya kira apa yang sudah kita terima dari pemerintah ini harus dimanfaatkan dengan baik, agar sarana dan prasarana pembangunan ini bisa betul-betul digunakan dengan baik oleh pemakainya,” tandasnya.
Sementara itu, Gubernur Olly saat mencanangkan Gerakan “Marijo Bakobong” dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Menanam menyatakan peringatan hari menanam pohon di Indonesia yang tepatnya jatuh pada 28 November 2022, merupakan suatu bukti perwujudan bahwa anggota KORPRI tidak hanya tulus melayani, namun juga bersinergi mendukung program-program pembangunan, pembangkit dan pemacu sektor ekonomi, serta mendukung pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan dan memperhatikan kelestarian alam serta tidak ragu berinovasi terlebih inovasi yang dapat mengakselerasi dan mendukung peningkatan kinerja.

“Dalam mengabdi, KORPRI tentunya bukan tanpa rasa, ini sesuai dengan tema yang diangkat pada hari ulang tahun KORPRI ke-51 yakni KORPRI melayani, berkontribusi dan berinovasi untuk negeri. Melayani adalah KORPRI yang mampu memberikan pelayanan secara maksimal dengan optimalisasi pelaksanaan peran dengan terus menerapkan profesionalisme,” ujar Gubernur Olly.

Gubernur juga menyampaikan bahwa tantangan di daerah ini adalah agar KORPRI dapat terus mempertahankan bahkan meningkatkan dan berkontribusi dalam penyelenggaraan roda pemerintahan dan pembangunan bangsa.
Selanjutnya yang menjadi pilihan sekaligus tuntutan kita semua, KORPRI yang mampu terus berinovasi untuk negeri, termasuk juga merambat menjadi pelaksana dari program-program pemerintah di tempat-tempat saudara-saudara terjun langsung dengan praktek pertama masyarakat yang dilayani mewujudkan sasaran dari setiap inovasi maupun gerakan-gerakan yang sedang digalakkan seperti halnya gerakan marijo bakobong dan ASN menanam saat ini,” sambungnya.

Lebih lanjut Gubernur menyampaikan bahwa ASN berperan sebagai penggerak dalam kegiatan perekonomian Sulut, khususnya pada sektor pertanian dan perkebunan, dimana waktu menjadi stimulus upaya kita untuk lebih cepat dan bangkit dan lebih kuat.
Olehnya Gubernur mengajak seluruh anggota KORPRI memanfaatkan lahan-lahan produktif di kawasan hutan dan di tempat-tempat dimana kemajuan-kemajuan dapat dipacu dengan kesuburan daerah.

“Dan untuk memanfaatkan secara optimal, masyarakat diharapkan keterlibatannya dimana anggota KORPRI juga turut menjadi kunci penentu keberhasilan pemerintah dalam mengajak masyarakat untuk memanfaatkan setiap potensi lahan produk yang telah dianugerahkan Tuhan kepada kita, kepada daerah Sulawesi Utara sambil tetap menjaga kelestarian alam,” lanjutnya.

Gubernur pun menyatakan Mendagri memuji program “Marijo Bakobong” yang berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi Sulut, di masa-masa pandemi Covid-19, sehingga ini menjadi satu motivasi bagi seluruh ASN untuk menanam dan memanfaatkan lahan yang ada.(adv/Diskominfo Sulut)
