Mei 9, 2026

Pamer Sajam di Bak Truck, 2 Pria Mabuk ini Ditangkap

0
IMG_20210201_031054

SUARASULUT.COM,TOMOHON – Tim Totosik Polres Tomohon dipimpin Bripka Yanny Watung mengamankan MB (26) dan NS (31), keduanya warga asal Bowombaru Utara, Melonguane Timur, Talaud, Minggu (31/01) malam, di jalan raya depan Rumah Sakit Bethesda Tomohon.

Pasalnya, MB yang dalam keadaan mabuk didapati membawa sajam (senjata tajam) jenis pisau sangkur saat menumpang di bak dump truck yang dikemudikan oleh Ardo (33), warga Kinilow, Tomohon Utara.

Sopir truck menuturkan, malam itu bersama istri dan anaknya hendak pulang ke Tomohon. Saat melintas di Leilem, Sonder tepatnya di depan Gereja GMIM Imanuel Leilem, MB dan NS tiba-tiba menghentikan truck dan meminta tumpangan.
Karena tak menaruh curiga dan searah ke Tomohon, Ardo pun mengizinkan keduanya menumpang di bagian bak truck.

Namun saat melintas di sekitar Bundaran Tugu Tololiu Tomohon, kecurigaan Ardo mulai timbul. Karena, setiap kendaraan dan warga yang berpapasan dengannya, selalu menunjuk ke arah bak truck yang dikendarainya.

Lantaran penasaran dan khawatir terjadi sesuatu, Ardo segera menghentikan kendaraannya dan melihat ke arah bak truck. Betapa terkejutnya Ardo saat mendapati salah satu pria yang menumpang tersebut sedang mengacung-acungkan sajam hingga menjadi tontonan warga.

Dengan sigap, Ardo segera menjalankan kembali truck dengan maksud menuju Mapolsek Tomohon Tengah. Beruntung, saat melintas di depan Rumah Sakit Bethesda, Ardo melihat mobil patroli Tim Totosik.

Ardo langsung turun dan melaporkan kejadian tersebut kepada Katim Totosik, Bripka Yanny Watung. “Saat itu kami sedang berpatroli rutin. Tiba-tiba ada sopir yang melaporkan bahwa di bak truck ada 2 pria mabuk, salah satunya membawa sajam,” ujar Bripka Watung.

Lanjutnya, petugas segera mendatangi truck yang terparkir di pinggir jalan dan melakukan pemeriksaan.
“Kedua pria mencurigakan itu bersembunyi di bak. Saat pemeriksaan, MB menyelipkan sajam di pinggangnya,” jelas Bripka Watung.

Sementara itu keduanya mengaku, sajam tersebut untuk menakut-nakuti sopir truck agar mau mengantar mereka sampai ke Rerer, Kombi, Minahasa, karena Ardo sebelumnya menolak dan hanya memberi tumpangan sampai di Tomohon.

“Kedua pria tersebut, MB dan NS beserta barang bukti sajam kemudian kami serahkan ke Polsek Tomohon Tengah untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” pungkas Bripka Watung.(red)

 

Tinggalkan Balasan