April 21, 2026

SB-RG Kembali Jadi Sasaran Black Campaign, Ini Tanggapan Bijak Hairil Paputungan

0
IMG-20201001-WA0082

SUARASULUT.COM, BOLTIM – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 3 (tiga) Suhendro Boroma-Rusdi Gumalangit (SB-RG) kembali mendapat serangan Black Campaign atau kampanye hitam.

Itu terungkap lewat unggahan akun milik Viko Mamonto pada grup facebook Menuju Kursi Panas Pilkada Boltim 2020 – 2025, pada medio 4 Oktober 2020. Serupa juga dilakukan akun milik Armando Barista Batalipu yang ikut menyebarkan gambar salah satu kandidat yang tengah berfoto dengan para pendukungnya berlatar baliho pasangan Suhendro Boroma – Rusdi Gumalangit di grup facebook Boltim Mencari Pemimpin Amanah 2020.

Tak ayal, perang argumen antarpendukung pun ikut meramaikan postingan-postingan tersebut. Ironisnya, komentar bermotif hujatan hingga saling caci pendukung kontestan Pilkada Boltim dikuatirkan kian mempertajam konflik pesta demokrasi lima tahunan kali ini.

Di pihak lain, berdasarkan penelurusuran, ihwal postingan foto tersebut ternyata dipicu hal sepele, mengenai unggahan foto mobil operasional pasangan yang diusung PDI Perjuangan, PKS serta Perindo itu, pada baliho salah satu calon bupati di Desa Lanut, Kecamatan Modayag, baru-baru ini.

Kronologis ini kontras dijawab oleh Irwan Modeong, salah satu tim sukses pasangan yang memiliki tagline Boltim BARU tersebut.

“Sekedar menjelaskan sedikit, ini lahan pemilik Utat Dhat Mokoagow karena jalan disekitar situ sempit dan sopir tidak mau pengguna jalan yg lain terganggu jadi sopir memarkir kendaraan disitu, lahan itu memang biasa digunakan untuk tempat parkir, Gambar tersebut pertama kali di upload pemilik lahan.” terang Irwan dikutip dari kolom komentar postingan Fadila Modeong.

Irwan pun tak mempersoalkan postingan-postingan sejumlah akun facebook yang kerap menyudutkan pasangan Suhendro Boroma dan Rusdi Gumalangit.

“Apapun motif & tujuan itu kami ucapkan Syukur moanto,” sebut Irwan.

Hairil Paputungan selaku Koordinator Media Center Suhendro Boroma-Rusdi Gumalangit, ketika dimintai tanggapannya, enggan mempertajam propaganda kampanye hitam terhadap jagoannya.

Menurut dia, justru hal positif yang dapat dipetik dari kejadian ini, menjadi pendidikan politik kepada masyarakat Boltim menjadikan pilkada tahun ini lebih beradab.

“Saya menilai ini dampak baiknya, justru kompetitor kami yang mengkampanyekan pasangan Suhendro Boroma dan Rusdi Gumalangit langsung kepada pemilih. Kami juga tidak ingin memperlebar polemik di dunia maya. Biarlah ini jadi Pendidikan politik kepada masyarakat,” terang Hairil.

Lanjut Hairil, pasangan Suhendro-Rusdi lebih fokus pada penguatan basis dukung lewat pemaparan program gagasan dengan cara blusukan ke kampung-kampung.

“Kita ingin memberi contoh kepada masyarakat dengan pendekatan langsung melalui tatap muka. Pemilih kita edukasi tentang program serta gagasan besar bila Suhendro Boroma dan Rusdi Gumalangit dipercayakan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Boltim Baru pada 9 Desember nanti,” pungkasnya.(fahri/*)

Tinggalkan Balasan