April 24, 2026

Hasil Rilis Survei LSI, ODSK Belum Terbendung, CEP-Sehan Posisi Kedua

0
IMG_20200913_142817-scaled-e1599980534452

SUARASULUT.COM,MANADO– Hasil survei tiga bulan jelang Pilkada Sulut 2020, Lingkaran Survei Indonesia (LSI), kembali merilis hasil survey terbaru.

Menurut Peneliti Senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Ikrama, survei Kekuatan Para Kandidat di Enam Kantong Pemilih Penting Tiga Bulan Jelang Pilkada Sulut diumumkan ini dilakukan 22-29 Agustus 2020.

Survei menggunakan sampel sebanyak 800 responden, dengan margin of error 3,5 persen.”Gunakan metode multistage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner,” aku Ikrama.

Hasilnya elektabilitas semua kandidat naik. Namun, Olly Dondokambey-Steven Kandouw (ODSK) tetap menjadi teratas 68,1 persen.

Christiany Eugenia Paruntu-Sehan Landjar (CEP-SSL) 16,9 persen dan Vonny Anneke Panambunan-Hendry Runtuwene (VAP-Hendry) sebesar 7,2 persen. Belum menentukan pilihan tersisa 7,8 persen.

Menariknya, ODSK secara keseluruhan unggul dalam enam kantong pemilih penting.Meliputi kantong pemilih emak-emak, protestan, muslim, terpelajar, dan kantong pemilih tiga etnis besar di Sulut.

Pemilih emilih emak-emak, LSI membuat dua kategori pemilih, yakni pemilih perempuan dan Ibu Rumah Tangga.

Pada pemilih perempuan, Olly-Steven unggul sebesar 69 persen, CEP-Sehan sebesar 13 persen, VAP-Hendry 10 persen. Sedangkan IRT, Olly-Steven 71 persen, CEP-Sehan sebesar 13,6 persen, dan VAP-Hendry 7,7 persen.
Olly – Steven juga masih unggul di kantong pemilih protestan.

Dukungan terhadap Olly-Steven pada segmen pemilih ini mencapai 69,5 persen. CEP-Sehan sebesar 12 persen dan VAP-Hendry sebesar 11,2 persen.
Dukungan terhadap Olly-Steven pada segmen pemilih muslim juga terhitung tinggi karena mencapai 67,6 persen. CEP-Sehan sebesar 19,2 persen, dan VAP-Hendry sebesar 5,5 persen.

Di kantong pemilih milenial, Olly-Steven didukung mayoritas, mencapai 70,3 persen. CEP-Sehan didukung sebesar 15,6 persen dan VAP-Hendry sebesar 5,5 persen.

Di kantong pemilih terpelajar, Olly-Steven juga unggul dibanding pasangan CEP-Sehan dan VAP-Hendry. Pun demikian pada kantong pemilih etnis atau suku.

LSI, lanjut Ikrama, juga menganalisis alasan ODSK menjadi sangat perkasa di enam kantong suara. Alasan pertama, jelas dia, adalah karena ODSK yang merupakan petahana menjadi pasangan paling disukai dan paling populer.

Alasan kedua, tingkat kepuasan kinerja yang berada di atas 80 persen. Alasan terakhir adalah ODSK unggul di semua aspek kepribadian.

Meski demikian, pada tiga bulan menuju pencoblosan, Ikrama mengungkapkan bahwa setiap calon memiliki sejumlah peluang.

“Di masa kampanye, para kandidat berpeluang untuk menarik simpati dan dukungan pemilih yang belum menentukan pilihan. Selain itu, di masa kampanye pun bisa terjadi dinamika dukungan para kandidat,” bebernya.

“Namun jika tidak terjadi suatu kejadian luar biasa, dukungan petahana tidak akan berubah signifikan. Dukungan terhadap penantang, masih berpotensi naik jika ada strategi yang tepat.

Namun mungkin hanya terjadi di beberapa segmen tertentu saja, dan tak akan berpengaruh signifikan ke kenaikan dukungan menyeluruh para penantang,” tegasnya.(wal/*)

Tinggalkan Balasan