Mei 26, 2026

Sulut Bebas Virus Corona, Kalalo: Tapi Tetap Waspada

0
20200124_102643

SUARASULUT.COM,MANADO– Kepala Dinas Kesehatan Sulut, dr Debie KR Kalalo, menegaskan sejauh ini Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), masih bebas virus Corona. Kalalo mengajak masyarakat Nyiur Melambai jangan panik, tetapi tetap waspada.

Terkait kepanikan warga terhadap wisatawan dari China yang terus booming berkunjung ke Sulut untuk berwisata? terkait kepanikan ini dr Debie KR Kalalo, mengajak masyarakat tidak perlu panik. Karena semua turis yang berkunjung ke Sulut, sudr Debie KR Kalalo,yang berkunjung ke Sulut belum ada terdeteksi memderita virus Corona,” tegas dr Debie KR Kalalo saat konferensi pers dengan media, Jumat (24/1/2020) siang di Kantor Dinkes Sulut.

“Sampai hari ini belum ada laporan ataupun terdeteksi adanya kasus Pneumonia berat dengan penyebab virus Corona di Sulut,” tegas Kalalo.

Kalalo menyebutkan fakta-fakta yang ada saat ini tentang penyebaran virus Corona adalah kejadian berjangkitnya penyakit infeksi paru menyerupai Pneumonia dengan penyebab Virus Corona Strain baru terjadi pada awalnya di Provinsi Wuhan, Cina.

Selanjutnya, sampai dengan  20 Januari 2020 dilaporkan 198 orang terinfeksi penyakit infeksi paru itu, sebagian besar di Provinsi Wuhan dan terlapor adanya penyebaran ke Beijing.

Otoritas kesehatan di China berhipotesa bahwa penyakit itu terjangkit dari hewan liar yang dijual di pasar hewan dan ke manusia, dan dilaporkan ada transmisi (penjangkitan) dari manusia ke manusia walaupun dengan probabilitas yang sangat kecil.

Beberapa langkah antisipatif yang sudah dilakukan adalah membuat surat edaran kewaspadaan Pneumonia kepada Dinas Kesehatan kabupaten dan kota serta rumah sakit pemerintah dan swasta.

“Dinas Kesehatan juga membuat surat surveilens aktif rumah sakit dan pasif ke rumah-rumah sakit agar proaktif melaporkan kejadian penyakit berpotensi kejadian luar biasa termasuk kejadian Pneumonia sejak 14 Januari 2020,” katanya.

Langkah lainnya, kata dia, meningkatkan upaya pengamatan penyakit menyerupai influenza (influenza like illness) di puskesmas-puskesmas.
Selain itu, melakukan pemantauan pelaku perjalanan dari luar negeri di pintu masuk negara di Bandara Sam Ratulangi Manado bekerja sama dengan KKP Kelas II Manado dengan alat pemantau suhu.

“Dinas Kesehatan juga melakukan Surveilens Aktif Rumah Sakit (SARS) ke rumah-rumah sakit di Manado dan kabupaten lainnya untuk memonitor kejadian penyakit menular potensial kejadian luar biasa, termasuk penyakit Pneumonia,” ujarnya.

Dinas Kesehatan, lanjut dia, melakukan edukasi kepada masyarakat tentang cara-cara pencegahan dan penanggulangan penyakit Pneumonia serta menyiapkan logistik terkait dengan upaya pencegahan penyakit tersebut.

Sementara itu, Bandara Sam Ratulangi Manado melalui Kantor Kesehatan Kelas II Manado, tengah melaksanakan upaya pecegahan penyebaran virus ini untuk masuk ke daerah Sulawesi Utara.

“Upaya pencegahan kami lakukan dengan melakukan pendeteksian, mengamati setiap penumpang yang tiba dari Cina, dengan menggunakan alat Thermal Scanner yang sudah terpasang di area kedatangan internasional Bandara Sam Ratulangi Manado sehingga jika terdeteksi suhu tubuh diatas 38 derajat maka akan kami bawa di ruang karantina untuk di observasi lebih lanjut”, jelas Yohanis Patari selaku Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II.

Sebagai upaya antisipasi, Yohanis menghimbau agar setiap petugas di bandara yang melakukan pengawasan ataupun berkontak langsung dengan penumpang internasional khususnya dari Cina yang tiba dan berangkat melalui Bandara Sam Ratulangi untuk selalu menggunakan masker serta menjaga kebersihan diri.

Sementara itu General Manager Minggus Gandeguai mengatakan, Bandara Sam Ratulangi Manado akan terus melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait, terlebih dalam rangka meningkatkan keamanan dan kenyamanan di Bandara Sam Ratulangi.(wal)

Tinggalkan Balasan