Gubernur Yulius: 1 Juni Adalah Momentum Bersejarah yang Tak Boleh Dilupakan Oleh Generasi Penerus Bangsa
Seputarsulutnews.co, Manado– Pancasila di halaman Kantor Gubernur Sulut, Senin (1/6/2026). Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, bertindak sebagai inspektur upacara yang dihadiri Wakil Gubernur Victor Mailangkay, Sekretaris Provinsi Tahlis Gallang, jajaran Forkopimda, pejabat eselon II, staf khusus, staf ahli gubernur, serta seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Pemprov Sulut.

Rangkaian upacara diawali dengan pengibaran Sang Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sulut periode 2025–2026.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Yulius membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi. Dalam pidatonya ditegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi fondasi persatuan nasional, tetapi juga menawarkan jalan menuju perdamaian dunia.
Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, BPIP menilai nilai-nilai luhur Pancasila tetap relevan di tengah ketidakpastian global, disrupsi teknologi, hingga dinamika geopolitik yang berpotensi memecah belah bangsa-bangsa di dunia.
“Pancasila adalah jangkar moral bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan zaman,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.
BPIP juga mengingatkan bahwa kemajuan ekonomi dan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan nilai moral. Karena itu, seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda, diajak menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan hadir dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, pemerintah pusat menitipkan pesan kepada para menteri dan kepala daerah agar setiap kebijakan publik berlandaskan keadilan sosial serta menjamin hak-hak masyarakat, termasuk kelompok paling rentan.
Usai upacara, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa 1 Juni merupakan momentum bersejarah yang tidak boleh dilupakan oleh generasi penerus bangsa.
Menurutnya, tanggal tersebut menjadi tonggak lahirnya dasar negara ketika Ir. Soekarno pertama kali menyampaikan gagasan Pancasila dalam sidang BPUPKI sebelum Indonesia meraih kemerdekaan.
“Hari ini sangat bersejarah. Kita sebagai penerus bangsa harus terus mengingat, memelihara, dan menjaga Pancasila agar tetap menjadi pedoman hidup bangsa Indonesia,” ujar Yulius.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Tetap semangat. Salam Pancasila,” tandasnya.(yren)
