Juli 7, 2026

Pemkot Kotamobagu Genjot SDM Unggul Lewat Program 100 Doktor

medium_99999991752572299

Seputarsulutnews.co– Pemerintah Kota Kotamobagu terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui Program 100 Doktor, sebuah inisiatif strategis yang dirancang untuk mencetak generasi unggul, ilmiah, dan berdaya saing global. Sebagai langkah konkret dari program tersebut, Pemkot Kotamobagu menggelar kegiatan sosialisasi Program Magister (S2) dan Doktoral (S3) bersama Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang berlangsung belum lama ini di Aula Rumah Dinas Wali Kota Kotamobagu.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Asisten I, II, dan III Pemkot Kotamobagu, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala bagian, camat, lurah, sangadi, dosen dari berbagai perguruan tinggi di Kotamobagu, serta masyarakat umum yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyambut peluang pendidikan lanjutan.

Dalam sambutannya, Asisten III Setda Kota Kotamobagu, Moh. Agung Adati, S.T., M.Si., menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian integral dari visi jangka panjang Pemkot dalam membangun daerah berbasis inovasi, riset, dan kearifan lokal.

“Hari ini kami menghadirkan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Muhammadiyah Manado (UMMA) untuk mensosialisasikan program S2 dan S3. Program 100 Doktor merupakan program unggulan Wali Kota dr. Wenny Gaib, Sp.M., dan Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat, S.H., M.H.,” ujar Agung.

Ia menegaskan bahwa program ini terbuka bagi aparatur sipil negara (ASN), dosen, guru, dan masyarakat umum yang berkomitmen untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral. Tujuannya adalah untuk mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta memperkuat identitas Kotamobagu sebagai kota yang BERSAHABAT (Berkemajuan, Sejahtera, Berbudaya, dan Inovatif).

Sementara itu, Syarif Rakhmat Mokoginta, S.Pd., dari Tim Pengkaji Kebijakan Daerah (TPKD) menjelaskan bahwa program ini dirancang dengan pendekatan kemitraan strategis, bukan hanya mengandalkan pendanaan dari APBD.

“Kami akan memfasilitasi Klinik Persiapan Beasiswa Doktoral, pelatihan academic writing, serta pendampingan penyusunan proposal riset berbasis kebutuhan lokal. Pembiayaannya akan bersifat kolaboratif,” jelas Syarif.

Skema pendanaan akan melibatkan berbagai mitra strategis seperti UMM, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Ditjen Dikti, Bappenas, BSKAP, serta kontribusi CSR dari BUMN dan perusahaan swasta.

Menambahkan hal tersebut, Siti Hadija Junaidi, M.Pd., dari TPKD, mengungkapkan bahwa Pemkot Kotamobagu telah menjalin komunikasi awal dengan BRIN guna memperluas dukungan terhadap program ini.

“Pada 9 Juli 2025, kami melakukan diskusi virtual dengan Dr. Herie Saksono, M.Si., dari BRIN, untuk membahas peluang hibah riset berbasis daerah yang akan menopang Program 100 Doktor,” terangnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemkot Kotamobagu bersama UMM akan segera menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan menyelenggarakan berbagai kegiatan pendukung seperti Workshop Pengembangan Proposal Riset Daerah dan penguatan jejaring beasiswa lintas kementerian, lembaga, dan perguruan tinggi.

Sasaran program meliputi ASN di bidang strategis, dosen, guru, serta masyarakat umum yang memiliki dedikasi terhadap pembangunan lokal berbasis budaya dan teknologi tepat guna.(***)