Mei 2, 2026

Kadis Pertanian Halut: Poktan Kao Barat Bisa Jadi Penyedia Benih Unggulan Padi Sawah Dan Ladang

Kepala Dinas Pertanian Bersama Bupati Halut, Serta Kepala (BPSIP) Malut, Kasiter Kasrem 152/Baabullah, Usai Panen Raya Padi Di Kecamatan Kao Barat.(foto:Oke)

HALMAHERA UTARA, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Utara, melalui Dinas Pertanian, bersama Kelompok Tani (Poktan) Kecamatan Kao Barat, berhasil meningkatkan produksi padi. Pengembangan benih khususnya Varietas Cakrabuana dan Varietas Inpago 13 Fortiz, berhasil diproduksi Poktan. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan panen raya benih yang digelar pada Rabu 16 Oktober 2024 di Desa Soa Hukum dan Beringin Agung, Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara

Panen raya tersebut dihadiri Bupati, Halmahera Utara, Ir. Frans Manery, Staf Ahli Gubernur Bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan Setda Provinsi Maluku Utara, Dra. Hairiah, M.Si., Kasiter Kasrem 152/Baabullah, Kolonel Arm Yusuf Maulana, Kepala Balai Penerapan Standard Instrumen Pertanian (BPSIP) Provinsi Maluku Utara, Dr. Abdul Syukur Syarif, SP., MP., Kepala Dinas Pertanian Halut, Piet Hein Onthony, SP., Kepala Dinas PUTR Halut, Ir. Williams Jesajas, ST., M.Si., IPM., Kepala Dinas Pertanian Pemprov Malut, Muhtar Husen, Kadis Pertanian Halsel, Agus Heriawan, Dandim 1508/Tobelo, Letkol Inf Alex Donald Maritua Lumban Gaol, S.E.,MM., Kasubsektor Kao Barat Polres Halut Ipda Abrianto, Kepala Desa serta Kelompok Tani di Kecamatan Kao Barat.

Saat di temui, Kepala Dinas Pertanian Halmahera Utara Piet Hein Onthony mengatakan, dengan mendapat dukungan dari berbagai pihak serta ketekunan Kelompok Tani (Poktan) di Kao Barat ini sehingga mendapat hasil panen yang memuaskan. Dinas Pertanian serta Poktan terus berkomitmen untuk mengembangkan sektor pertanian, khususnya dalam produksi padi. Untuk luas lahan sawah di Kecamatan Kao Barat mencapai 50 Hektar. Sebabyak 46 Hektar berhasil di tanam benih padi Varietas Umur Genjah Cakrabuana dan 4 Hektar di tanam Benih Padi Varietas Inpago 13 Fortiz.

“Harapanya kedepan, penangkar benih padi sawah dan padi ladang di Halmahera Utara, bisa mendaftar di E-Katalog LKPP, agar bisa bersaing dengan produk benih padi dari Daerah lain, sehingga bisa mempermudah penjualan benih padi. Dengan mahalnya ongkos pengiriman benih saat ini, diharapkan juga, Halmahera Utara menjadi penyedia sumber benih ungulan padi sawah dan ladang di kawasan Indonesia Timur,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Halmahera Utara.

Dengan keberhasilan panen raya padi, yang mendapat dukungan langsung dari Balai Penerapan Standard Instrumen (BPSI) serta Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara, Dinas Pertanian Halmahera Utara akan terus mendampinggi Poktan untuk menjalani program ini secara langsung, sehingga berdampak pada peningkatan hasil panen, serta membawa dampak positif terhadap ekonomi petani di Maluku Utara khususnya di Kabupaten Halmahera Utara.

“Kami terus berupaya untuk memberikan solusi dan dukungan kepada petani agar hasil panen ke depan dapat lebih maksimal,” pungkas Kadis Pertanian.

Dengan mendapatkan apresiasi yang baik dari Bupati Halmahera Utara. Keberhasilan dalam meningkatkan produksi padi ini menjadi langkah signifikan dalam memperkuat ketahanan pangan di Halut, serta meningkatkan perekonomian masyarakat petani.

“Total produksi 5,6 Ton/Hektar atau sama dengan 22,4 Ton Gabah kering yang dapat ditanam pada lahan seluas 746 Hektar. Penanaman Benih Padi Cakrabuana di lahan seluas 46 Hektar oleh Poktan Kao Barat, merupakan Padi Genjah tahan hama dan penyakit juga tahan tanah asem aseman, bermalay panjang, bulir lonjong besar, pengisian bulir mudah, anakan banyak hingga 65 anakan perumpun, batang tegak kokoh, aman dari serangan burung karena daun bendera tegak. Benih Padi Genjah Cakrabuana sendiri merupakan jenis Tanaman padi yang lekas berbuah. Sedangkan di lahan 4 Hektar Panen Benih Padi Varietas Inpago 13 Fortiz, ialah varietas padi gogo dengan isi zinc sebesar 34 ppm pada beras rusak kulit, dan isi protein lumayan besar sebesar 9. 83%. Varietas ini dihasilkan dari persilangan padi lokal Indonesia dengan padi unggul. Inpago 13 Fortiz mempunyai rata- rata hasil GKG 6. 53 t/ ha dengan kemampuan hasil 8. 11 t/ ha. Keunggulan lain dari varietas ini merupakan tahan terhadap 8 ras utama penyakit blas di lahan gogo, agak tahan terhadap hama wereng coklat, agak toleran keracunan alumunium 40 ppm, serta agak toleran kekeringan,” jelas Kadis.

Langkah-langkah ini bertujuan untuk mencapai swasembada pangan dan juga untuk meningkatkan kesejahteraan petani lokal melalui peningkatan pendapatan dan penguatan sistem pertanian yang berkelanjutan.(Oke)