Oktober 12, 2026

Bukan Cuma Soal Gol! Sepak Bola Wanita Sangihe Buktikan Perempuan Punya Nyali dan Kelas

Seputarsulutnews.co, Sangihe — Siapa bilang sepak bola hanya milik laki-laki? Turnamen sepak bola wanita di Sangihe menghadirkan pesan kuat: ketika perempuan diberi kesempatan, mereka mampu berjuang, bersaing, dan menunjukkan kemampuan di lapangan hijau.

Pesan tersebut mengemuka saat Turnamen Sepak Bola Wanita Tahun 2026 Piala Bergilir Ketua TP-PKK Kabupaten Kepulauan Sangihe resmi ditutup di Lapangan Gesit Tahuna, Minggu (11/10/2026).

Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari hadir bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari, Ketua TP-PKK Cherry S. Thungari Soeyoenus, serta Wakil Ketua TP-PKK Agnes Bulahari Walukow dalam penutupan kompetisi yang mendapat antusiasme besar dari masyarakat.

Bagi pemerintah daerah, tingginya perhatian warga terhadap turnamen ini bukan sekadar soal olahraga. Lapangan pertandingan menjadi tempat keluarga berkumpul, warga memberikan dukungan, dan masyarakat dari berbagai kecamatan serta kampung dipersatukan oleh semangat yang sama.

Bupati pun menyampaikan terima kasih kepada panitia, Askab PSSI Sangihe, klub-klub peserta, para atlet, dan seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan turnamen.

Ada pesan penting di balik kompetisi tersebut: perempuan, termasuk para mama, memiliki kemampuan untuk berkompetisi dan mengejar prestasi. Kesempatan, dukungan, kedisiplinan, dan kemauan untuk berjuang menjadi faktor penting agar potensi itu dapat berkembang.

Namun, pesan Bupati tidak berhenti pada kemenangan. Dalam olahraga, hasil pertandingan memang menjadi bagian dari kompetisi, tetapi karakter peserta justru terlihat dari cara mereka bertanding, menghormati lawan, menjaga kejujuran, bekerja sama, dan menerima hasil dengan lapang dada.

Nilai-nilai itulah yang membuat turnamen ini lebih bermakna daripada sekadar perebutan piala.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menegaskan pentingnya olahraga sebagai sarana hiburan positif, penguatan persaudaraan, dan ruang bagi perempuan untuk menunjukkan potensi mereka.

Sebab, kemenangan terbesar bukan hanya mengangkat piala, melainkan juga membuktikan bahwa kesempatan yang setara dapat melahirkan keberanian, prestasi, dan kebersamaan.(***)

Exit mobile version