RSUD Liung Kendage Kini Punya Ruang Khusus Pasien Gangguan Jiwa, Diresmikan Bupati Michael Thungari Didampingi Wakil Bupati Tendris Bulahari
Seputarsulutnews.co,Sangihe–Meningkatnya tekanan hidup dan persoalan mental yang kian nyata, Kabupaten Kepulauan Sangihe akhirnya membuka babak baru pelayanan kesehatan dengan meresmikan ruang rawat inap khusus pasien gangguan jiwa di RSUD Liung Kendage Tahuna.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe resmi menghadirkan fasilitas rawat inap khusus pasien gangguan kejiwaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Liung Kendage Tahuna, Kamis (21/05/2026). Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Michael Thungari didampingi Wakil Bupati Tendris Bulahari.

Fasilitas baru bernama Ruang Teratai itu menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat layanan kesehatan, khususnya penanganan kesehatan mental masyarakat yang selama ini masih minim perhatian.
Direktur RSUD Liung Kendage Tahuna, dr. Polideng Dalawir, menjelaskan ruang tersebut dibangun melalui renovasi eks Ruang Krisan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan pasien gangguan kejiwaan.
Menurutnya, Ruang Teratai memiliki dua kamar perawatan terpisah bagi pasien laki-laki dan perempuan dengan total kapasitas empat tempat tidur.
“Selain itu, tersedia ruang eksklusi bagi pasien yang masih memerlukan penanganan khusus berupa isolasi dan restrain karena kondisi psikotik yang masih kuat,” kata Dalawir.
Fasilitas itu juga dilengkapi ruang makan bersama yang dapat dimanfaatkan sebagai area kunjungan keluarga, ruang petugas medis, hingga dukungan keamanan guna memastikan kenyamanan pasien dan tenaga kesehatan.
Dalawir menegaskan kehadiran ruang rawat inap jiwa merupakan bentuk komitmen rumah sakit dalam menyediakan layanan kesehatan yang lebih lengkap dan manusiawi bagi warga Kepulauan Sangihe.
Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari menekankan bahwa kesehatan jiwa tidak boleh lagi dipandang sebagai isu pinggiran.
“Peresmian ini bukan sekadar menghadirkan fasilitas baru, tetapi juga menghadirkan kepedulian, perhatian, dan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan jiwa,” ujar Thungari.
Orang nomor satu di Sangihe itu, menyoroti tekanan kehidupan modern mulai dari persoalan ekonomi, keluarga, pekerjaan hingga pengaruh media digital yang dinilai turut memengaruhi kondisi psikologis masyarakat.
⁰
Karena itu, menurutnya, pelayanan kesehatan mental harus menjadi bagian penting dari sistem kesehatan daerah.
Bupati juga mengajak masyarakat menghentikan stigma terhadap pasien gangguan kejiwaan dan mendorong keluarga untuk terlibat aktif dalam proses pemulihan.
“Mereka bukan untuk dijauhi, tetapi harus dirangkul dan dipulihkan bersama,” tegasnya.(***)
