Mei 22, 2026

Andrei Angouw Buka Suara soal Risiko Besar Urusan Tanah: Lurah Diminta Extra Hati-Hati

FB_IMG_1779364385341

Seputarsulutnews.co, Manado– Di balik selembar dokumen tanah, tersimpan potensi konflik besar dan Wali Kota Manado Andrei Angouw tak ingin Kota Manado menghadapi “bom waktu” sengketa pertanahan.

Wali Kota Manado Andrei Angouw mengeluarkan peringatan serius kepada seluruh lurah terkait pengurusan administrasi pertanahan yang dinilai rawan memicu persoalan hukum bila tidak dilakukan secara hati-hati.

Peringatan itu disampaikan saat Rapat Koordinasi Pertanahan Kota Manado di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Kamis (21/5/2026).

Di hadapan jajaran pemerintah kelurahan, Andrei mengingatkan bahwa kesalahan sekecil apa pun dalam administrasi tanah dapat berdampak besar, mulai dari sengketa kepemilikan hingga konflik hukum yang panjang.

Karena itu, para lurah diminta lebih teliti dan tidak gegabah dalam menangani berbagai dokumen maupun proses administrasi pertanahan di wilayah masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, Andrei juga memberikan apresiasi kepada Kantor Pertanahan Kota Manado di bawah kepemimpinan Jumalianto, A.Ptnh., M.M., yang telah memberikan pembekalan serta informasi teknis terkait pertanahan.

Lebih jauh, Wali Kota berharap adanya konsep regulasi yang lebih terarah dari Kantor Pertanahan sebagai panduan bagi lurah agar pelayanan pertanahan berlangsung aman, tertib, dan memiliki kepastian hukum.

Tak hanya bicara tanah, Andrei juga menyelipkan pesan soal kebersihan lingkungan. Para lurah diminta terus mengedukasi warga untuk tidak membuang sampah sembarangan demi menjaga wajah Kota Manado tetap bersih.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Manado dr. Steaven Dandel, MPH., Asisten I Setda Kota Manado Julises Oehlers, S.H., Kepala Badan Kesbangpol Kota Manado Drs. Sonny Takumansang, M.Si., bersama para lurah se-Kota Manado.(***)