Mei 21, 2026

Ada Gerakan Baru Bupati Michael Thungari di Ujung NKRI, Mahasiswa Sangihe Dilibatkan Kawal Desa Bersama Kejaksaan

FB_IMG_1779288340406

Seputarsulutnews.co, Sangihe– Ketika ancaman siber, hoaks, dan kejahatan lintas negara makin dekat ke wilayah perbatasan, sebuah langkah tak biasa lahir dari Sangihe: mahasiswa kini diajak ikut mengawal desa bersama kejaksaan.

Ada pesan besar yang digaungkan dari Kabupaten Kepulauan Sangihe, wilayah paling utara Indonesia. Di tengah derasnya ancaman digital dan tantangan hukum modern, generasi muda diminta tidak lagi hanya menjadi penonton.

Hal itu mengemuka saat Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy, menggelar kuliah umum sekaligus mencanangkan program KOMPAS Berdampak (Kolaborasi Mahasiswa, Pengawas Desa, dan Kejaksaan) di Auditorium J.E. Tatengkeng, Politeknik Negeri Nusa Utara (Polnustar), Selasa (19/5/2026).

Program tersebut resmi ditandai lewat penandatanganan kerja sama antara Kejaksaan Negeri Kepulauan Sangihe dan Polnustar sebagai langkah memperkuat pengawasan desa melalui sinergi kampus dan aparat hukum.

Di hadapan Bupati Michael Thungari, Wakil Bupati Tendris Bulahari, unsur Forkopimda, akademisi, dan ratusan mahasiswa, Kajati Sulut mengangkat tema besar tentang transformasi hukum di era modern dan peran generasi muda dalam menjaga masa depan bangsa, khususnya di kawasan perbatasan utara NKRI.

Bupati Michael Thungari mengingatkan bahwa tantangan zaman kini tak lagi sederhana. Hoaks, kejahatan siber, hingga ancaman lintas negara menjadi persoalan nyata yang harus dihadapi dengan kecerdasan hukum dan karakter yang kuat.

Karena itu, mahasiswa didorong menjadi motor perubahan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas serta kesadaran hukum tinggi.

Bagi Sangihe, wilayah yang berbatasan langsung dengan negara lain, membangun generasi muda sadar hukum bukan sekadar pilihan melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga kedaulatan bangsa dari garis depan Indonesia.(***)