Juni 15, 2026

Gubernur Yulius Selvanus Perkuat Komitmen Perlindungan Pekerja Migran Sulut

596ede09-d9f3-4072-adf5-515d0f799e1c

Seputarsulutnews.co, Manado-Keberangkatan ribuan warga Sulawesi Utara ke luar negeri untuk mengadu nasib, tersimpan tanggung jawab besar negara untuk memastikan mereka terlindungi. Komitmen itulah yang kembali ditegaskan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama pemerintah pusat, Jumat (24/4/2026).
Penandatanganan ini dilakukan langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, bersama Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Muktharudin.
Langkah ini bukan sekadar formalitas. Ia menjadi bagian dari upaya membangun sistem perlindungan pekerja migran yang lebih terintegrasi—mulai dari proses perekrutan, pelatihan, hingga penempatan di luar negeri.
Dalam sambutannya, Muktharudin menegaskan bahwa perlindungan pekerja migran merupakan mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Fokusnya tidak hanya pada keselamatan, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, pekerja migran Indonesia harus berangkat secara legal, memiliki keterampilan yang memadai, serta mampu bersaing di pasar kerja global.
Sementara itu, Gubernur Yulius menilai kerja sama ini sangat relevan bagi Sulawesi Utara—provinsi yang dikenal aktif mengirimkan tenaga kerja ke berbagai negara, termasuk Jepang.
Ia menekankan bahwa persiapan yang matang sebelum keberangkatan menjadi kunci utama untuk mencegah berbagai persoalan yang kerap dialami pekerja migran di luar negeri.
“Kerja sama ini memastikan bahwa setiap warga kita mendapatkan perlindungan maksimal dan tata kelola yang lebih baik selama mereka berada di luar negeri,” ujarnya.
Penandatanganan ini juga melibatkan berbagai perangkat daerah, mulai dari Dinas Tenaga Kerja hingga Dinas Pendidikan dan Kesehatan. Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan bahwa perlindungan pekerja migran bukan hanya urusan satu instansi, melainkan tanggung jawab bersama.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan para pekerja migran asal Sulawesi Utara tidak hanya berangkat dengan harapan, tetapi juga dengan kesiapan—baik dari sisi keterampilan, legalitas, maupun perlindungan.
Dari Manado, pesan itu ditegaskan: bekerja ke luar negeri bukan sekadar mencari penghidupan, tetapi juga tentang memastikan martabat dan keamanan tetap terjaga.(*/yren)