“Darurat Literasi!” Bupati Boltara Turun Tangan, Bongkar Fakta Mengerikan Era Digital di Pantai Batu Pinagut
Seputarsulutnews.co ,Boltara–Bukan sekadar acara seremonial, peringatan keras soal krisis literasi menggema saat Bupati Boltara Sirajudin Lasena turun langsung mengingatkan bahaya generasi tanpa kemampuan berpikir kritis.
Suasana Pantai Batu Pinagut mendadak jadi pusat perhatian, Kamis (23/4/2026), saat Bupati Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin Lasena, secara resmi membuka Sosialisasi Budaya Baca dan Literasi.
Namun, di balik acara tersebut, tersimpan pesan serius: ancaman nyata rendahnya literasi di tengah derasnya arus informasi digital.
Di hadapan peserta dari kalangan pelajar hingga masyarakat umum, Sirajudin menegaskan bahwa literasi kini bukan lagi sekadar kemampuan membaca.
“Di era digital, yang berbahaya bukan kekurangan informasi, tapi ketidakmampuan menyaring informasi,” ungkapnya tegas.
Bupati menyebut, tanpa literasi yang kuat, masyarakat berisiko terjebak dalam informasi menyesatkan yang dapat memengaruhi cara berpikir dan pengambilan keputusan.
Mengacu pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, Bupati menegaskan bahwa budaya membaca harus dibangun dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat luas.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif sebagai bekal utama menghadapi tantangan abad 21.
Kegiatan ini turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, TP-PKK, pegiat literasi, hingga komunitas kreatif, yang bersama-sama mendorong lahirnya generasi pembelajar di Boltara.
Acara ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni semata, melainkan menjadi gerakan nyata membangun budaya baca yang kuat di tengah masyarakat.(***)
