Pasangan Suami Isteri Boy Mandalele Dan Agustince Kula Raih Gelar Doktor, Ini Tuhan Pe bae Pa Torang
Seputarsulutnews.co.Mitra.- Tuntutlah ilmu setinggi langit, karena ilmu merupakan pembelajaran tanpa batas waktu dan tempat sepanjang hayat. karena ilmu itu luas dan tidak terukur. Hal ini dibuktikan oleh pasangan suami Isteri yang terus menuntut ilmu hingga meraih Pendidikan yang cukup membanggakan. Pdt Jenins Boy Mandalele, M.Th dan Dr. Agustince Neti Kula, S.Si., Apt., M.Kes, resmi menyandang gelar Doktor, sebuah prestasi langka yang baru pertama kali dicapai oleh putra-putri terbaik Wioi, Ratahan Timur Kabupaten Minahasa Tenggara.
Siapa bilang ASN hanya bekerja di balik meja. Buktinya, sosok Dr. Agustince Neti Kula, S.Si., Apt., M.Kes, berhasil menembus batas dan membawa ilmu pengetahuan hingga ke genggaman masyarakat lewat dunia maya.
Nama Dr. Apt. Agustince Neti Kula, S.Si., M.Kes., seorang peneliti handal di Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Minahasa Tenggara, kelahiran Desa Wioi, dari pasangan Keluarga Kula Ango ini dikenal seorang wanita memiliki energi luar biasa dan dedikasi tinggi dalam dunia kesehatan. Namun, kiprahnya tidak berhenti di ruang penelitian. Dengan visi yang luas, Tin (panggilan Akrabnya) juga aktif menjadi konten kreator yang menginspirasi. Langkah ini diambilnya dengan misi mulia yaitu Edukasi Penggunaan Obat yang Tepat. Dimana Tin memberikan pemahaman yang jelas tentang cara penggunaan obat yang baik dan benar, karena masih banyak masyarakat yang perlu dipahamkan mengenai jenis obat dan aturan pakainya.

Tak sampai di situ diapun Mewujudkan Revolusi Sehat. Baginya, kesehatan adalah aset utama. “Jika masyarakat sehat, produktivitas akan meningkat, dan kesejahteraan bersama pun akan tercapai,” ujarnya. Lewat karya dan kontennya ini, bisa membuktikan bahwa ASN bisa menjadi jembatan ilmu yang bermanfaat, relevan, dan dekat dengan masyarakat.
Di tengah hiruk pikuk pembangunan dan persaingan daerah, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) baru saja mencatatkan sebuah sejarah inspiratif yang lahir dari sebuah keluarga sederhana. Bukan tentang infrastruktur megah, melainkan tentang ketekunan menuntut ilmu hingga ke jenjang tertinggi. Pasangan suami istri, Pdt. Jenins Boy Mandalele, M.Th dan Dr. Agustince Neti Kula, S.Si., Apt., M.Kes, resmi menyandang gelar Doktor, sebuah prestasi gemilang yang baru pertama kali dicapai oleh putra-putri terbaik Wioi, Ratahan Timur.
Setelah Agustince Kula mendapat gelar Doktor di Unsrat Manado, sang Suami pun mengikuti jejaknya. Pada tanggal 12 Maret 2026 lalu Pdt Boy Mandalele berhasil mempertahankan disertasinya dalam ujian promosi Doktor di Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT). Ini tentunya menjadi momen istimewa Keluarga Mandalele Kula karena keduanya meraih gelar Doktor pertama di Desa Wioi. Suatu kebanggaan Warga masyarakat Desa Wioi bahkan Minahasa Tenggara.
“ini bukan tentang infrastruktur megah, melainkan tentang ketekunan menuntut ilmu hingga ke jenjang tertinggi. sebuah prestasi langka yang baru pertama kali dicapai oleh putra-putri terbaik Wioi, Ratahan Timur,” ujar Salah Satu Warga Wioi dengan Bangga
Perjuangan Boy (panggilan Hari hari- Red) yang merupakan seorang yatim piatu sejak ditinggalkan kedua orang tua sejak kecil, berawal dari tukang ojek hingga Bergelar Doktor. Toga kebanggaan itu tersimpan kisah perjuangan yang mengharukan, bukanlah seorang yang lahir dari keluarga berada. Takdir berkata lain, ia harus hidup tanpa belaian kasih orang tua sejak masih sangat belia.
Mengenang saat dirinya masih berusia 4 bulan, mama sudah pergi jauh meninggalkan dirinya yang masih balita dan papanya meninggal saat usia menginjak 7 tahun.
“Saya tidak punya mama dan papa dalam perjuangan pendidikan ini. Jatuh bangun saya berusaha dengan bekerja, ba ojek agar saya bisa sekolah. Sampai saat ini kenangan ini tidak terlupakan,” kenang Pdt Boy dengan suara bergetar dan raup muka sedih mengenang ke dua orang tuanya.
Kekurangan tidak pernah menjadi alasan untuk menyerah. Dengan semangat dan kemauan untuk meraih mimpi terus dia usahakan. Bahakan menempuh pendidikan S1 nya, diapun bekerja sebagai karyawan di toko sepatu. Dan melanjutkan S2 di UKIT, hari harinya di isi dengan bekerja sebagai tukang ojek mengantarkan penumpang di jalanan Kota Tomohon. Bahkan saat menempuh pendidikan doktoral (S3), ia tak lekang oleh tantangan. Di sela tugas utamanya sebagai pendeta di Jemaat GMIM Moria Towuntu, Kecamatan Pasan, ia turun ke ladang menjadi petani, mengusahakan tanaman nilam, cengkih, dan budidaya ikan mujair, demi membiayai uang kuliah dan anak semata wayangnya. “ ini Tuhan Pe Bae Pa Kita sampai saat ini Tuhan masih pelihara ” ujarnya singkat.
Selain itu berkat dukungan isteri tercintanya Dr. Agustince Neti Kula yang menjadi pilar kekuatan yang selalu ada disampingnya serta memberi dukungan penuh sebagai rasa cintanya, dan percaya bahwa keluarganya akan meraih apa yang di inginkan. Banyak Selamat Keluarga Mandalele Kula, Pdt Boy dan Ibu Tin yang berhasil meraih gelar Doktor. (Fredy)
