Gubernur Yulius Apresiasi Badan Anggaran MPR RI Gelar Sarasehan Nasional, Hadirkan Inovasi dan Solusi Pembiayaan Pembangunan
(foto ist)
Seputarsulutnews.co, Sulut– Gubernur Sulut Yulius Selvanus hadir sebagai Keynote Speaker dalam Sarasehan Nasional yang di gagas oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, yang berlangsung di ruang CJ Rantung, Kantor Gubernur Sulut, Rabu (19/11/2025).
Gubernur mengapresiasi penyelenggara kegiatan ini khususnya Badan Anggaran MPR RI yang telah menghadirkan inovasi dalam mendapatkan ide dan solusi pembiayaan pembangunan. Sebagai Ketua Panitia Sarasehan Nasional Aditya Moha SKed MM.
Kegiatan dengan tema Obligasi Daerah sebagai Salah Satu Alternatif Pembiayaan Daerah dan Instrumen Investasi Publik, membahas peluang serta tantangan penerbitan obligasi daerah dan menjadi forum strategis pemerintah daerah, akademisi dan lembaga keuangan.
Gubernur Yulius menyampaikan dirinya hadir sebagai keynote speaker untuk menyajikan data faktual kondisi pembangunan dan fiscal Sulawesi Utara.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Kami menempatkan tiga misi strategis sebagai kunci keberhasilan pembangunan daerah di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Demikian dengan tegas Gubernur Sulut Yulius Selvanus mulai menjelaskan misi strategis membangun Sulut kepada hadirin dalam acara Sarasehan Nasional yang berlangsung di ruang CJ Rantung, Kantor Gubernur Sulut, Rabu 19 November 2025.
Misi pertama dipaparkan Gubernur Yulius Selvanus Komaling yaitu, Membangun Perekonomian Daerah.
“Kami menargetkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah mencapai antara 7,8 hingga 8,8 persen pada tahun 2029,” ujarnya.
Untuk mewujudkan target pertumbuhan ini, lanjut YSK, program prioritas yang Pemerintah Provinsi Sulut laksanakan juga sangat mendukung pengembangan koperasi, UMKM.
“Juga pariwisata, ekonomi kreatif, pertanian, industri, kehutanan, kelautan, perikanan, mineral batubara, dan penanaman modal,” ucapnya.
Misi yang kedua, Memperkuat Daya Saing Daerah dan Internasional. Yang bertujuan terwujudnya daya saing daerah yang tinggi melalui penguatan konektivitas, infrastruktur dasar yang andal, dan pengembangan komoditi unggulan.
“Pemprov Sulut menargetkan Indeks Daya Saing Daerah sebesar 3,69 pada tahun 2029 meningkat dari tahun ini 3,53. Program prioritas Pemprov Sulut antara lain penyelenggaraan jalan, LLAJ, pelayaran, SPAM, SPAL, sistem dan pengelolaan sampah, perumahan, PSU, dan pengembangan ekspor,” jelasnya.
Dan misi ketiga lanjut Gubernur YSK yaitu Meningkatkan Ketahanan Pangan, Energi, dan Air yang Merata dan Berkelanjutan.
“Pemprov Sulut menargetkan indeks ketahanan pangan 76,39, indeks ketahanan energi 6,66, kapasitas air baku 1,06, indeks kualitas lingkungan hidup 79,56. Program prioritas pada misi ini antara lain pengelolaan sumber daya air, ketahanan pangan, ketenagalistrikan, energi baru terbarukan, persampahan, kehutanan, dan lingkungan hidup,” ungkapnya.
“Obligasi daerah bukan hanya solusi pembiayaan. Tetapi juga peluang investasi publik yang dapat memperkuat fondasi ekonomi Sulawesi Utara untuk masa depan yang lebih cerah,” jelas Yulius.
Hadir dalam sarasehan ini Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay, Ketua Badan Penganggaran MPR RI Melchias Markus Mekeng MH. Juga, Rektor Universitas Sam Ratulangi Prof Dr Ir Oktovian B A Sompie MEng, Deputi Komisioner Pengawas OJK Eddy Manindo Harahap, Direktur Eksekutif Nagara Institute Dr Akbar Faizal MSi, Sejumlah Bupati/Walikota dan Wakil Bupati / Wakil Walikota se-Sulut serta sejumlah oraganisasi pemuda dan masyarakat.(*/yren)
