Ketua TP PKK Kotamobagu: Setiap Anak Miliki Hak Dasar Wajib Kita Hormati dan lindungi
Seputarsulutnews.co, Kotamobagu – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kotamobagu, Ny. Rindah Gaib Mokoginta, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak yang mengusung tema “Tim Penggerak PKK dan Forum Anak Daerah Goes to School”, di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kota Kotamobagu.
Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran sejak dini kepada para pelajar mengenai pentingnya perlindungan anak dan pencegahan segala bentuk kekerasan yang dapat mengancam tumbuh kembang anak.
Ketua TP PKK Kota Kotamobagu menegaskan pentingnya menghormati dan melindungi hak-hak dasar anak sebagaimana diatur dalam undang-undang.
“Setiap anak memiliki hak dasar yang wajib kita hormati dan lindungi, yaitu hak untuk hidup, tumbuh, dan berkembang secara optimal, serta berhak untuk berpartisipasi sesuai harkat dan martabat kemanusiaannya, dan berhak mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan, penelantaran, eksploitasi, maupun diskriminasi, sebagaimana yang menjadi amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” ujar Rindah Mokoginta.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan sosialisasi ini dapat membekali para siswa dengan pemahaman yang kuat tentang pentingnya mengenali dan mencegah kekerasan.
“Saya dan kita semua sangat berharap, agar melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak ini, para siswa dan siswi dapat memahami sejak dini, bahwa setiap tindakan kekerasan dalam bentuk apapun tidak boleh dibiarkan, sekaligus mampu untuk mengenali dan berani melaporkan, apabila menghadapi atau menyaksikan adanya tindakan kekerasan terhadap anak,” tambahnya.
Tak hanya itu, Rindah juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk guru dan orang tua, untuk terus menumbuhkan budaya peduli dan bertanggung jawab terhadap perlindungan anak.
“Saya berharap, sosialisasi pada pagi hari ini juga dapat menjadi penyemangat bagi kita semua dalam membangun budaya peduli, budaya peka, dan budaya bertanggung jawab terhadap upaya perlindungan anak, sehingga setiap anak dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat, aman, dan bahagia,” tutupnya.(***)
