Mei 26, 2026

Ketua DPC PDIP Mitra James Sumendap Jelaskan Alasan Pencopotan  Kedua Kader Partai .

0
saat coffee morning

Mitra.Seputarsulutnews.co.- Ketua DPC kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap SH MH memberikan klarifikasi terkait  Pencopotan Jabatan dua kader penting Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Minahasa Tenggara (Mitra), yakni Wakil Ketua Bidang Organisasi Semuel Montolalu dan Bendahara Dirk Tolu yang viral di Media sosial.

Dikatakan Sumendap, pencopotan dua kader dari jabatan pengurus adalah kewenangan DPC, sedangkan pemecatan sudah diusulkan ke DPD karena Pemecatan tidak berada dalam kewenangan DPC melainkan sepenuhnya menjadi hak prerogatif DPP PDIP, saat melakukan konferensi pers hari ini, Rabu (4/9-2024) di kediamannya rimba lamet kelurahan Tosuraya

Menurutnya, sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai, keputusan mengenai status atau posisi kader di PDIP hanya bisa diambil oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang dipimpin oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Sang Gladiator ini menekankan bahwa pencopotan Semuel Montolalu  dan Dirk Tolu dari jabatannya atas keterlibatan dalam mendukung pasangan calon bukan dari PDIP.

Tindakanini  lebih terkait dengan ketidakpatuhan terhadap tugas partai yang diamanatkan kepada Semuel Montolalu dalam posisinya di alat kelengkapan dewan, tambah Sumendap

Mengenai langkah selanjutnya, James Sumendap menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengikuti prosedur partai dalam menyelesaikan masalah ini, dengan tetap mengutamakan disiplin dan kepatuhan terhadap aturan partai.

“Kami berkomitmen untuk menjaga integritas dan disiplin dalam partai ini, karena itu adalah fondasi dari kekuatan kami,” ujar Sumedap Sumendap.

Ditambahkan mantan Bupati Dua periode, bahwa ini bukan soal kegiatan politik di luar partai, tetapi lebih pada tanggung jawab dalam tugas partai. Dugaan ketidakdisiplinan atau ketidakpatuhan dalam menjalankan tugas sebagai kader di alat kelengkapan dewan menjadi pemicu tindakan ini,” jelas Sumendap.

“Ini bukan soal kegiatan politik di luar partai, tetapi lebih pada tanggung jawab dalam tugas partai. Dugaan ketidakdisiplinan atau ketidakpatuhan dalam menjalankan tugas sebagai kader di alat kelengkapan dewan menjadi pemicu tindakan ini,” jelas Sumendap.

Selain Montolalu, Bendahara DPC Dirk Tolu juga terkena tindakan serupa. Keputusan ini diambil melalui pleno di DPC PDIP Mitra yang memutuskan untuk mencopot mereka dari jabatannya.

 

Isu pemecatan ini sempat dikaitkan dengan dugaan keterlibatan Semuel Montolalu dalam acara syukuran dari pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mitra dari Partai Golkar.

Tidak ada kaitannya dengan Semuel Montolalu memakai Stola mendampingi khadim dalam ibadah syukur salah satu Paslon waktu lalu tetapi keterlibatanya saat partai PDI P melakukan pendaftaran Bakal Calon RK FT. Ada banyak bukti mereka berdua memang tidak mau mendukung pasangan yang ditetapkan DPP.

“Sejak dari pendaftaran di KPU bahkan mereka mengajak kader partai untuk mendukung calon tertentu, ” tambah Sumendap.

Keputusan ini adalah hasil dari proses internal partai dan tidak terkait langsung dengan kegiatan politik tertentu di luar partai. Ini menunjukkan bahwa DPC PDIP Mitra tidak akan mentoleransi setiap tindakan kader yang bertentangan dengan garis partai, terutama di tengah suasana politik yang sedang memanas menjelang Pilkada.

Pencopotan Semuel Montolalu dan Dirk Tolu dari jabatannya sebagai Ketua Fraksi PDIP ini mencerminkan betapa seriusnya PDIP Mitra dalam menjaga kesatuan dan disiplin internal partai, terutama di tengah persaingan politik yang kian sengit.

Dengan adanya keputusan ini, saya berharap seluruh kader dapat mematuhi peraturan partai dan bekerja sama demi kemenangan paslon Ronald Kandoli dan Fredy Tuda pada Pilkada Mitra mendatang,” pungkasnya. (Fre)

Tinggalkan Balasan