Kasus Penganiayaan Leo-Leo Morotai, Menunggu Sidang di PN Tobelo, TSK Dituntut 2 Tahun 8 Bulan Penjara

oleh -613 Dilihat
Gambar Ilustrasi (Sumber Google)

MALUKU UTARA – Kasus Tindak Pidana Penganiayaan Di Desa Leo – Leo Rao, Kecamatan Pulau Rao, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, pada 26 Desember 2023 Silam, memasuki Babak Tahap II.

Pada Hari Kamis (06/06/2024) bertempat di Kejaksaan Negeri Kepulauan Morotai, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kepulauan Morotai melaksanakan Tahap II Perkara Tindak Pidana Penganiayaan atas nama tersangka “Indra dan Ramli” yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP dan Pasal 55 Ayat (1) Anggka 2 KUHP.

Kini Kedua tersangka tersebut dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas ll B Tobelo, untuk menunggu berkas perkara dan barang bukti dilimpahkan ke Pengadilan untuk selanjutnya dilakukan proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tobelo.

Dikatakan Kuasa Hukum dari Pihak Korban, “Bahwa Kegiatan Tahap II Bidang Tindak Pidana umum merupakan tahapan proses penanganan perkara dari penyidik setelah dinyatakan lengkap (P-21) oleh Jaksa Penuntut Umum. Bahwa setelah penyerahan Tersangka dan Barang Bukti dari penyidik kepada Jaksa Penuntut Umum untuk kemudian kewenangan penanganan perkara resmi beralih pada Jaksa Penuntut Umum. Bahwa untuk tahapan penanganan perkara selanjutnya Jaksa Penuntut Umum melimpahkan perkara tersebut ke Pengadilan Negeri Tobelo, untuk disidangkan,” ungkap Pengacara.

Dari data yang didapat media ini menyebutkan, Kasus tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama yang dilakukan IS alias Indra yang terkenal sebagai Jagoan Kampung diduga menghasut rekanya berinisial RK alias Ramli untuk menganiaya Korban Juan Hormati, pada 26 Desember 2023 Silam, di Sebuah Pesta “Rongeng” Kecamatan Pulau Rao, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, pada 26 Desember 2023 silam.

Sehubungan dengan penyerahan berkas perkara pidana atas nama Tersangka INDRA SENDUK Alias INDRA Nomor 8P/341/V/2024/Reskrim tanggal 21 Mei 2024 yang diterima Tanggal 21 Mei 2024 setelah diakukan penelitian ternyata hasil penyidikannya sudah lengkap. Pelaku Melangar Pasal 351 Ayat (1) KUHP dan Pasal 55 Ayat (1) Anggka 2, serta Pasal 56 KUHP.

Pasal 351 ayat 1, Mengatakan, (1) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama 2 Tahun 8 Bulan atau pidana denda paling banyak Empat Ribu Lima Ratus Rupiah.

Sedangkan Unsur Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP menyatakan bahwa pelaku tindak pidana kejahatan adalah orang yang melakukan, menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan kejahatan.

Pasal 56 KUHP: Dipidana sebagai pembantu kejahatan: mereka yang sengaja memberi bantuan pada waktu kejahatan dilakukan; mereka yang sengaja memberi kesempatan, sarana atau keterangan untuk melakukan kejahatan.

Sedangkan, penyerahan berkas perkara piana atas nama Tersangka Ramli Kawinda Nomor BP/03/1/2024/Reskrim Tanggal 25 Januari 2024 yang diterima Tanggal 21 Mei 2024 setelah dilakukan penelitian ternyata hasil penyidikannya sudah lengkap, Pelaku Melangar Pasal 351 Ayat (1) KUHP.

Pasal 351 ayat 1, Mengatakan, (1) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama 2 Tahun 8 Bulan atau pidana denda paling banyak Empat Ribu Lima Ratus Rupiah.

Dari berbagai sumber juga mengatakan Kronologi kejadian, “Pelaku IS yang merupakan Jagoan Kampung, Berusaha Memprovokasi RK dengan mengatakan saudaranya telah dianiaya Korban, sehinga RK emosi dan melihat IS yang sudah merangkul paksa Korban untuk keluar dari lokasi pesta, disitulah RK tanpa komando menganiaya Korban hingga jatuh,” ungkap saksi yang tidak mau namanya dipublikasikan.

Dari keterangan lainya Pelaku IS yang merupakan Jagoan Kampung, sering melakukan Keonaran di Desa setempat dengan cara melakukan penganiayaan jika ada hajatan dan sebagainya, dan hanya diselesaikan di Desa saja, sehingga tidak ada efek jera. Memang Kasus tersebut masih ada tersangka lainya yang terlibat dalam penganiayaan itu. Harapan mereka, pihak penegak hukum bisa membuat jera kepada Pelaku yang semena-mena menganiaya korban di Desa tersebut. (Oke)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.