April 28, 2026

Gubernur Sulut Panen Melon, Hasil Program “Mari Jo Bakobong”

0
vboy 1

Manado-Musim kemarau sejak awal 2023 mulai menerjang sejumlah wilayah di Indonesia. Tapi kondisi itu tidak membuat produksi pangan di Sulawesi Utara ikut merosot. Sejumlah daerah di Bumi Nyiur Melambai ini lagi rame-rame panen aneka holtikultura.
Salah satunya, panen buah melon yang dilakukan Gubernur Sulut Olly Dondokambey, SE di Desa Kolongan Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sabtu (26/08/2023).
Mengenakan cowboy hat alias topi koboi, orang nomor satu di Sulawesi Utara ini tak terlihat kaku berada di kebun. Tentu karena Ketua DPD PDIP Sulut yang juga Bendahara Umum DPP PDIP sudah terbiasa sejak kecil. Sebagai anak petani, OD senantiasa belajar bercocok tanaman mulai dari penanaman, pemeliharan, panen hingga pasca panen. So, saat panen melon di kebun ini, dia tampak tak canggung sama sekali.
Sesekali ayah Rio dan Rei ini berbincang dengan orang di sekitarnya. Dia juga tampak sumringah melihat buah melon yang dipanennya berukuran besar-besar.
Tak hanya melon, di kebun ini politisi kawakan di kancah nasional itu pun memanen berbagai jenis sayuran. Aktivitas Gubernur OD ini bukan sekadar dalam rangka namun merupakan aktifitas rutin di saat waktu senggang. Kegiatan ini mengisyaratkan bahwa soal pangan, Gubernur OD tidak hanya dalam konteks konsep dan kebijakan. Dia sangat memahami dari sisi praktis sehingga ikut merasakan kegelisahan petani menghadapi perubahan iklim.
Gubernur Olly memang concern dengan upaya meningkatkan produksi pangan lokal sebagai ikhtiar atas ancaman krisis pangan global sekaligus antisipasi kebutuhan pangan di saat pandemi Covid-19.
Kala itu, Gubernur Olly mencanangkan program ‘Marijo Ba Kobong’ sebagai bentuk pelibatan berbagai stakeholder dalam menjaga ketahanan pangan rakyat Sulawesi Utara.
Program “Mari Jo Bakobong” yang dicanangkan Gubernur beberapa waktu lalu itu sasarannya tidak saja pada petani yang secara regular memproduksi pangan di lahan-lahan pertanian yang telah terkelola. Program ini juga menyentuh berbagai komunitas di luar petani dengan model pemanfaatan lahan kosong.
Karena, menurut Gubernur, dengan memberdayakan lahan kosong, akan memberi manfaat ganda. Di satu sisi, hasil pangan yang diolah dapat memberikan efek ekonomi keluarga. Di sisi lain, aktivitas berkebun sesungguhnya ikut menyehatkan badan seperti halnya berolahraga.
Kini, “Mari Jo Bakobong” telah dirasakan rakyat di berbagai daerah. Hari yang sama, di Desa Sasaran Tondano juga memanen jagung dengan melibatkan komunitas masyarakat.(*/yren)

Tinggalkan Balasan