Implementasi Kurikulum Merdeka, Begini Harapan Wagub Steven

oleh -2135 Dilihat

Manado– Bagaimana penting dan krusialnya peran guru atau tenaga pendidik bagi negara. “Jika negara mau maju, bangsa mau besar dan rakyatnya sejahtera, semua tergantung guru. Tentunya, guru akuntabel dan punya kapabilitas. Tanpa itu semua akan hancur. Apalagi kalau guru hanya orientasi uang.

Demikian dikatakan, Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw saat menghadiri kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka jenjang SMA dan SMK, digelar sejak 31 Mei sampai 2 Juni 2023, di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulut.

Wagub juga berharap, mudah-mudahan semua indeks pendidikan di Sulawesi Utara tahun depan (2024) semua naik. Baik kompetensi dan lain-lain. Dia juga meminta kepada seluruh tenaga pendidik harus fokus lagi, sehingga tujuan tersebut dapat terwujud.

“Pak gubernur mendorong supaya endorse semua anak – anak ini. Guru – guru jadilah teladan dan motivator kepada anak anak. Kepada anak – anak, ayolah gapai mimpimu dan yakinlah pasti terwujud,” ujarnya.

Steven juga menegaskan, kegiatan pelatihan seperti ini harus terus dilakukan sehingga semua tenaga pendidik di daerah ini lebih berkompetensi. “Jangan berhenti pelatihan seperti ini, kalau perlu tiap tahun ada agar 7.000 guru yang ada di Sulawesi Utara bisa mendapatkan peningkatan kompetensi,” tukasnya.

Sebelumnya, saat menyampaikan laporan, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut Steve Kepel yang juga selaku Plt Kepala Dinas Pendidikan mengatakan, untuk gelombang pertama dilaksanakan mulai 11 Mei sampai 27 Mei 2023 dan 2 Juni sampai 3 Juni 2023. “Gelombang kedua diikuti oleh guru mata pelajaran Fisika, Biologi dan Sejarah, yang dilaksanakan pada 31 Mei sampai 17 Juni 2023,” katanya.

Adapun, lanjut dia, rincian guru SMA dan SMK yang mengikuti pelatihan yakni Kimia 56 orang, Matematika 91 orang, Fisika 130 orang, Biologi 103 orang, Sejarah 118 orang. “Selain para guru, dalam pelatihan ini juga ada peserta didik Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang diikuti oleh siswa SMA, SMP dan Madrasah Aliyah yang akan mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN). Terbagi atas, SMP 1 orang, SMA 400 orang dan Madrasah Aliyah 8 orang, dengan total 409 orang,” tukasnya.

Turut hadir, Kepala BPMP Sulut Febry Dien, pejabat eselon dua Pemprov Sulut, para tenaga pendidik SMA dan SMK, serta para peserta didik OSN.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.