Mei 27, 2026

PIKA Melonguane, Dibantu Warga Bersama Mencari Nelayan Tewas Saat Melaut

0

SEPUTARSULUTNEWS, TALAUD – Polsek Melonguane Bantu Pencarian Masyarakat Desa Tule Utara Kecamatan Melonguane Timur yang hilang melaut sejak hari Jumat 4 Februari 2022 dan dinyatakan hilang pada Sabtu (05/02/2022) sekira Pukul 01.00 WITA dini hari.

Kapolsek Melonguane Ipda Glenn. C. Damar, S.Th. SH menjelaskan Kronologis Pencarian korban Yulianus Liu (62) warga Desa Tule Utara Kecamatan Melonguane Timur, dimana langsung berkordinasi dengan Koramil, Lanal, Kecamatan Melonguane Timur, BNPBD, Kepala Desa Tule Utara Marison Aiba serta Sat Polair Polres Kepulauan Talaud untuk menindak lanjuti laporan warga yang hilang.

“Pada Pukul 11.00 WITA, dengan menggunakan perahu karet Raider Boad milik Sat Polair Polres Talaud Kapolsek, bersama Danramil Melonguane Pelda Deydi Kanaka bersama anggota Polsek, Lanal Melonguane, Koramil serta Anggota Sat Polair Polres Kepl Talaud di bantu warga Masyarakat melakukan pencarian di seputaran titik hilangnya Korban serta di sekitar radius 1 Mil Laut namun sampai Pukul 13.00 WITA, Korban belum di temukan. Pukul 14.30 WITA, Pencarian kembali di lakukan dengan menggunakan Raider Boat Milik Sat Polair Polres Kepl Talaud pada titik hilangnya korban dengan melibatkan Pumpboat miilk masyarakat penyelam tradisional Kompresor dan telah di temukan alat pancing milik korban oleh masyarakat tepatnya kurang lebih 300 meter dari titik hilangnya korban di perairan Desa Tule Utara yang tak jauh dari TKP di temukannya perahu milik korban,” ungkap Kapolsek.

Ditambahkanya, “Pencarian terus di lakukan hingga pada pukul 17.00 WITA, korban telah di temukan oleh penyelam Dedi Horman, Tatu Araro, dan Yusman Diamanti pada kedalaman kurang lebih 15 Meter pada titik hilangnya korban tepatnya di perairan Desa Tule Utara. Korban ditemukan dalam keadaan telungkup di atas batu dan sudah meninggal dunia,” tegas Kapolsek.

Saat ini Korban telah di lakukan pemeriksaan luar oleh Kepala Puskesmas Tule dr. Indira di dampingi Kapolsek Melonguane dan terhadap korban tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan benda tumpul maupun benda tajam.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter menyatakan bahwa Kelamin, Raut Wajah, Ciri-ciri fisik, serta pakaian yang di gunakan di pastikan benar adalah korban yang di cari. Dugaan sementara penyebab meningalnya korban, karena lemas berdasarkan tanda-tanda dan ciri-ciri cairan darah yang keluar dari hidung dan telinga.

Pihak Keluarga menerima dengan baik kejadian yang menimpa korban, keluarga orang tua mereka adalah murni kecelakaan dan menolak untuk dilakukan otopsi.
Selesai Pemeriksaan luar oleh dokter Jenazah di serahkan kepada Keluarga untuk selanjutnya akan di makamkan pada hari Minggu Pukul 12.00 Wita.

Sebelumnya diketahui bahwa Korban di duga hilang di Perairan Wilayah Hukum Desa Tule Utara Kurang lebih 850 Meter dari tepi pantai Desa Tule Utara dan 1000 Meter dari tepi pantai arah Barat Desa Bowombaru.

Korban melaut dengan menggunakan sebuah perahu/sampan tradisional dengan penggerak tradisional alat dayung, panjang perahu 4 Meter, Lebar 45 Cm penumpang 1 orang (korban) dengan Cat berwarna biru.

Lanjut Dikatakan Kapolsek, “bahwa Korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan Tindakan Kepolisian telah Menerima Laporan Masyarakat dan langsung Turun ke TKP, Berkordinasi dengan PIKA serta BNPBD Kepl Talaud, Polair, Pemerintah Desa bersama masyarakat guna melakukan Proses Pencarian Korban,Melakukan pencarian korban di seputaran titik hilangnya korban dan Berkordinasi dengan kepala puskesmas Tule untuk melakukan pemeriksaan luar terhadap Jenazah
Serta Membuat penolakan Otopsi korban,” tutup Kapolsek Melonguane.

(ecko_ssn)

Tinggalkan Balasan