Dikbud Manado Usai Melaksanakan Simulasi ANBK Tahap Pertama
SUARASULUT.COM,Manado—Tahun ini ini sudah tidak ada lagi pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dalam dunia pendidikan. Melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,Riset dan Teknologi UNBK di ganti dengan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

Perbedaan dari ANBK adalah peserta ujian yaitu khusus kelas V SD, XIII SMP dan XI SMA,SMK, Sederajat. Saat di konfirmasi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado. Dr Daglan Walangitan MPd menjelaskan khusus tingkat SD dan SMP peserta sudah melakukan Simulasi di tahapan pertama. ” Tingkat SD dan SMP ada yang melakukan secara Online dan dilakukan Semi Online.” Ucap Kadis ditambahkannya memang tidak semua melaksanakan simulasi, tetapi sekolahnya harus siap melaksanakan ANBK agar bisa mengetahui kendalanya. ” Dalam Simulasi ada beberapa kendala yang temui oleh tim saat mengunjungi tempat simulasi, yaitu permasalahan jaringan atau listrik. Nantinya Dikbud Manado akan bekerja sama dengan Pihak PLN pada saat melaksanakan ANBK berjalan nanti” Lanjut ketua PGRI Kota Manado. Kamis,(02/9)
Ditambahkan Oleh Kepala Bidang Pembinaan SD Triana Almas menambahkan khusus SD memang ada beberapa sekolah baru kali ini melaksanakan ujian menggunakan Komputer, jadi memang ada beberapa siswa harus beradaptasi dan sekolah itu harus selalu menuntunnya,” ini adalah kerja keras untuk pihak sekolah yang akan membimbing peserta, dengannya adanya simulasi tersebut agar peserta nantinya tidak kaget atau binggung saat mengerjakan ANBK nantinya.” Terang Almas.
Tidak berbeda juga dengan Bidang Pembinaan SMP. Dijelaskan oleh Kepala Bidang pembinaan SMP Sonne Engka bahwa pelaksanaan simulasi di hari pertama banyak bermasalah dengan jaringan dari pusat,” sekolah yang melaksanakan secara online harus menyiapkan jaringan Internet yang paling bagus dan juga menggunakan komputer atau laptop yang mempunyai Ram perangkat yang cukup besar. Agar tidak mempunyai kendala pada sat pelaksaan” tegas Engka
Peserta ANBK tersebut di ikuti oleh Kepala Sekolah,Guru dan Siswa. Jika setiap sekolah mempunyai siswa melebihi 50 siswa peserta akan di pilih oleh pihak kementerian siapa yang menjadi utusan ANBK, jika tidak capai 50 siswa mereka harus mengikutinya. Peserta siswa hanya 45 siswa dan 5 siswa nantinya sebagai Cadangan. Pelaksanaan simulasi tersebut berjalan dengan protokol kesehatan.(AgungSugi)
