April 20, 2026

Di Tuding Minta Jatah Dana BOS, Ini Penjelasan Melinda Sekertaris Diknas Bitung

0
IMG-20210324-WA0002

SUARASULUT.COM, BITUNG- Beberapa hari terakhir Kejaksaan Negeri Bitung yang dikomandani Frankie Son SH MH, melakukan pemeriksaan kepada pejabat dilingkup dinas pendidikan kota Bitung dan belasan kepala sekolah terkait dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah yang lebih di kenal dana BOS.

Salah satu yang diperiksa adalah sekretaris dinas Pendidikan kota Bitung MS alias Melinda. Kepada media ini Selasa (23/03/21), Melinda mengatakan bahwa Kejaksaan Negeri Bitung telah melakukan pemeriksaan terhadap dirinya sudah dua kali, kali pertama diperiksa ditanyakan tentang seputaran pelantikannya sebagai sekertaris dinas beberapa waktu lalu. Begitu juga pemeriksaan kedua yang dilakukan Jumat (19/03/21), dengan pertanyaan-pertanyaan yang sama yaitu seputaran pelantikan dirinya sebagai sekertaris Dinas Pendidikan kita Bitung.

Tapi menurutnya, dirinya sudah mendapat informasi terkait kesaksian-kesaksian dari beberapa kepala sekolah yang menyatakan dirinya meminta jatah disetiap pencairan dana BOS, sehingga dipemeriksaan kedua MS sudah membawa berkas-berkas yang berhubungan dengan penggunaan dana BOS oleh beberapa kepala sekolah, termasuk bukti-bukti chatingan WhatsApp (WA) dari beberapa kepala sekolah dengan dirinya. “ jadi saat pemeriksaan kedua, saya hanya ditanyai tentang seputaran pelantikan saya beberapa waktu lalu, dan itu pertanyaan yang sama dengan pemeriksaan pertama. Tapi karena sudah mendapat informasi tentang apa yang disampaikan oleh beberapa kepala sekolah, saya langsung bawa berkas-berkas yang berhubungan dengan penggunaan dana BOS dan bukti-bukti Chatingan WhatsApp Kepsek-Kepsek dengan saya.” Ujar Melinda.

Tak cuma itu, MS juga menunjukkan kepada Jaksa bahwa ada beberapa Kepala Sekolah telah menggadaikan Buku BOS kepada rentenir untuk operasional sekolah sebelum dana BOS cair.
“ saya juga mengatakan kepada jaksa bahwa ada beberapa kepala sekolah menggadaikan buku BOS untuk operasional sekolah sambil menunggu pencairan dana BOS.” Kata MS.

Melinda juga menjelaskan, bahwa banyak terjadi penyelewengan penggunaan dana BOS oleh kepala-kepala sekolah dikarenakan harus menutupi bunga pinjaman. “Dana BOS tahun 2020 cair sekitar akhir bulan April, dan ada yang sudah menggadaikan bukunya dari Januari, kalau pinjaman Rp.30 juta, dan digantikan saat pencairan dana BOS bulan April, jika bunganya 15% , berarti ada RP.4,5 juta dikali 4 bulan, total bunga sekitar Rp.18 juta, nah saat pencairan akhir bulan April jika dana BOS RP.70 juta, berarti kepala sekolah tersebut harus mengakal-akali penggunaan dan BOS sehingga bisa menutupi bunga pinjaman senilai Rp.18 juta.” Jelasnya

Ketika ditanyakan tentang kesaksian dari beberapa kepala sekolah yang mengatakan MS meminta jatah dari dana BOS, MS langsung membantah bahwa tidak pernah meminta jatah apapun kepada kepala-kepala sekolah saat pencairan dana BOS.

“saya tidak pernah meminta jatah dari dana BOS, tapi mereka (Kepsek-Kepsek) mengganti pinjaman mereka secara pribadi, karena banyak kepala-kepala sekolah yang meminta tolong meminjam uang untuk keperluan sekolah dan keperluan pribadi mereka kepada saya.” Ujar MS sambil menunjukkan bukti WhatsApp (WA) dari salah satu kepala sekolah yang meminjam uang untuk pembuatan wastafel di sekolahnya.

Lanjut Melindah, Banyak kepala-kepala sekolah mengeluh kepada dirinya tentang pencairan dana BOS di bulan April, karena penggunaan dana BOS sudah diperlukan sejak bulan januari atau dari awal tahun, sehingga banyak yang meminjam kepada pihak lain juga menggadai buku BOS agar sekolah tetap beroperasi.

MS juga membeberkan bahwa ada kepala sekolah datang meminjam uang kepada dirinya di rumah sakit bersalin beberapa menit sesudah saya melahirkan.

“ada Kepsek yang datang meminjam uang kepada saya di saat saya melahirkan, baru sekitar 5 menit keluar dari ruangan operasi, sudah ada Kepsek datang meminta pinjam doi, ta pe kaki masih kram-kram so datang minta tolong pinjam uang dan waktu itu juga saya hubungi teman saya untuk memberikan pinjaman kepadanya.” Katanya.

Melindah juga mengakui pernah melakukan pencairan dana BOS dari salah satu kepala sekolah, untuk mengganti pinjaman dari kepala sekolah tersebut, karena pinjamannya untuk kepentingan operasional Sekolah, dan itu diganti dengan dana BOS, karena pinjamannya untuk operasional sekolah.
“ memang saya pernah mencairkan dari dana BOS, tapi itu untuk mengembalikan pinjaman dari kepala sekolah dalam rangka memenuhi operasional sekolah di saat belum ada pencairan dana BOS, dan saat dana BOS cair, mereka langsung mengembalikannya lewat Cek dari dana BOS, dan saya punya buktinya.” Tutup MS.

Ditempat terpisah, salah satu kepala sekolah di kecamatan Girian yang di wawancarai media ini mengatakan bahwa, sekertaris Dinas Pendidikan kota Bitung MS, banyak sekali membantu kepala-kepala sekolah dan untuk meminta jata dari dana BOS tidak pernah.

“Ibu Sek banyak skali bantu-bantu kepala sekolah yang ada di Bitung, dan kepada saya Demi Tuhan ibu Sek tidak pernah meminta jatah dari dana BOS.” Katanya.(angky)

Tinggalkan Balasan