Ratusan Penambang “Serbu” Pinasungkulan
SUARASULUT.COM,BITUNG- Tambang rakyat yang tidak memiliki ijin di kelurahan Pinasungkulan kecamatan Ranowulu kota Bitung terus menjamur. Pantauan media ini dilokasi, sudah mencapai puluhan lubang tambang dan ratusan pekerja dari luar daerah yang melakukan penambangan emas tanpa ijin.
Menurut warga setempat kepada media ini Jumat,(12/02/21) mengatakan, sudah merasa resah karena sudah banyak Orang luar yang datang menambang di kelurahan tersebut. Menurutnya sudah sudah sekitar 400- 500 orang dari luar yang bekerja, karena jumlah lubang sudah sekitar 70-80 lubang.

”So banya skali orang luar yang ba kerja, kemungkinan sudah 500 orang yang datang ba tambang.” Ujar warga yang meminta namanya tidak disebutkan.
Sementara itu Lurah kelurahan Pinasungkulan Fransiska Komalig SH saat di minta tanggapan tentang keberadaan tambang rakyat mengatakan, pemerintah kelurahan tidak memberikan ijin untuk penambangan rakyat kerena tidak memiliki ijin. Dan untuk para pendatang sementara pendataan.
Begitu juga Kapolsek Ranowulu AKP Wayan Budiartha saat dihubungi media ini mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan himbauan agar masyarakat tidak melakukan penambangan karena tidak memiliki ijin, dan jika ke depan masih ada yang melakukan penambangan, akan di hentikan.
“secara persuasif sudah melakukan himbauan dan larangan untuk kegiatan pertambangan karena tidak memiliki ijin, dan jika masih ada yang melakukan penambangan, akan diberhentikan.” Ujar Kapolsek Ranowulu, AKP Wayan Budiartha.
Sementara itu, salah satu keluarga pemilik lahan Niko Sumual yang ditemui media ini mengatakan, bahwa saat ini masyarakat sangat membutuhkan penghasilan untuk nafka sehari-hari, apalagi saat dengan adanya pandemi covid-19, sangat sulit mendapatkan biaya hidup. Jadi meminta pemerintah segera memperhatikan dan bole mengeluarkan ijin sebagai daerah pertambangan rakyat.
“Saat ini kondisi masyarakat sangat sulit, jadi dengan menambang bole membantu untuk kehidupan setiap hari, apalagi saat ini ada covid-19 yang membatasi aktivitas masyarakat. Yah kami meminta pemerintah segera memperhatikan, kalo bisa secepatnya memberikan ijin pertambangan.” Keluh Sumual.
Salah satu penambang asal desa tatelu yang mengaku bernama Tonny saat di temui media ini dilokasi tambang rakyat Pinasungkulan mengatakan, penghasilan dari penambangan tersebut sangat memuaskan, menurutnya dari 100 koli, (100 karung plastik) bisa menghasilkan 1 kg emas, walaupun kadarnya lebih rendah dari emas tatelu.
“Hasilnya lumayan, kalo 100 koli bisa mendapatkan 1 kg Emas, cuma kadar emasnya rendah.” Ujar Tonny yang mengaku hasil galian diolah di desa Tatelu kecamatan Dimembe Minahasa Utara.(angky)
