April 17, 2026

Pemerintah Tetapkan Tanggap Darurat Bencana, Bencana Manado Termasuk

0
FB_IMG_1610945910883

SUARASULUT.COM,MANADO– Musibah bencana alam saat ini tengah melanda sejumlah daerah di Indonesia memasuki awal tahun 2021.
Mulai dari bencana longsor, banjir, gempa bumi, guyuran abu vulkanik, hingga luapan air laut kini sedang terjadi di Indonesia.

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) menyatakan akan fokus pada tanggap darurat bencana seiring terjadinya bencana alam di berbagai wilayah Indonesia.

“Untuk sementara kita akan fokus di tanggap darurat, baik terlibat langsung maupun tidak. Penanganan juga akan terus dilakukan sambil kita petakan kekuatan dukungan dari masing-masing kementerian lembaga apa yang bisa kita lakukan,” tutur Menko PMK Muhadjir Effendy dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu, 17 Januari 2021, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

Muhadjir Effendy pun langsung memimpin langsung rapat koordinasi tingkat menteri dalam rangka tanggap darurat bencana ini.

Muhadjir menjelaskan rapat koordinasi itu dilakukan guna menyatukan kekuatan dukungan dari kementerian/lembaga khususnya yang berada di bawah koordinasi Kemenko PMK.

Dia meminta kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar terus memperbarui pemetaan terhadap kondisi di lapangan.

Sehingga, hal-hal apa saja yang dibutuhkan dapat segera dikoordinasikan ke kementerian atau lembaga terkait.

Berkaca dari penanganan bencana-bencana sebelumnya, sebagai Menko PMK Muhadjir berharap kebutuhan khusus bagi perempuan, anak, dan lanjut usia (lansia) dapat lebih diperhatikan.

“Mohon keterlibatan KPPPA diperkuat, lalu BNPB setelah mengumpulkan informasi dari kementerian lembaga agar dijelaskan pola komando di lapangan seperti apa termasuk apa saja yang dibutuhkan selama masa tanggap bencana,” kata dia.

Lebih lanjut, Menko menambahkan, tahap rehabilitasi dan rekonstruksi juga supaya disiapkan segera dan tetap melibatkan kementerian lembaga.
Bukan hanya di bawah koordinasi Kemenko PMK, akan tetapi BUMN dan kementerian lembaga lain di luar Kemenko PMK seperti Kementerian PUPR.

Pada lain sisi, Kemenkes, Kemensos, KPPPA, Kemendikbud, Kemenag, dan BNPB juga sudah melakukan upaya tanggap darurat di lapangan.
Misalnya, Kemenkes yang telah menyiapkan 25 ambulans, 4 tenda, peralatan dan obat-obatan orthopedi, dan logistik kesehatan di posko bencana Sulawesi Barat.

Selain itu, KPPPA juga sudah menurunkan bantuan khususnya berbagai kebutuhan bagi perempuan, anak, dan lansia di 5 titik lokasi bencana termasuk yang terbaru yaitu bencana di Manado, Sulawesi Utara.

Sestama BNPB Harmensyah mengungkap bencana alam yang kerap terjadi tidak lepas dari campur tangan ulah manusia.

Dia menyebut bencana longsor yang terjadi di Kabupaten Sumedang akibat pembangunan yang tidak ramah lingkungan.

“Banjir-banjir ini kan sebenarnya ulah manusia. Di puncak bukit dibangun rumah yang begitu besar sementara lingkungan tidak dikelola dengan baik. Kalau tidak ingin bencana ini berulang, yang di hulu harusnya diperhatikan betul, fungsi lahannya harus dikembalikan,” katanya.(red/*)

Tinggalkan Balasan