April 17, 2026

KRI Parang Bawa Satu Kantong Berisi 5 Potongan Tubuh

0
Tubuh Korban

SUARASULUT.COM- Potongan demi potongan tubuh jenazah terus diangkut dari dasar laut, di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Jakarta.

 

Di samping juga petugas mengangkat serpihan-serpihan pesawat, yang diduga bagian dari Sriwijaya Air SJ 182, yang jatuh Sabtu, 9 Januari 2021.

 

Temuan tersebut tidak lagi berupa jenazah utuh, melainkan banyak diangkut potongan-potongan tubuh manusia, dalam satu kantong. Hal itu seperti disampaikan Komandan KRI Parang, Letkol Hendra, Minggu, 10 Januari 2021.

 

Menurut Letkol Hendra, potongan mayat diserahkan dari KRI Riau, kemudian dibawa KRI Parang, untuk diserahkan ke Tim DVI Polri.

 

“Berupa sebuah kantong mayat berisi beberapa tubuh, kemudian karung berisi swab test bayi, pakaian bayi juga,” kata Letkol Hendra, Minggu siang, di Jakarta International Container Terminal (JICT) Tanjung Priok, Jakarta Utara, dikutip dari situs Pikiran Rakyat.Com.

 

KRI Parang baru saja datang membawa bagian pesawat lagi, dengan satu kantong dengan isi lima potongan tubuh.Sebelumnya, baru saja berlangsung penyerahan temuan terbaru. Di antaranya, tiga kantong berisi puing-puing badan pesawat, dan lima kantong jenazah.

 

Penyerahan dilangsungkan dari Direktur Operasional Basarnas, Brigjen TNI (Mar) Rasman M.Tr (Han), kepada tim DVI Polri.

 

Berdasarkan pantauan pewarta lima kantong jenazah berisikan potongan-potongan tubuh yang tidak lagi utuh, diserahkan  untuk diidentifikasi di RS Polri Kramat Jati.

 

Temuan tersebut menyusul dua kantong jenazah yang Minggu dini hari ditemukan, sehingga total menjadi tujuh kantong potongan jenazah.Peristiwa hilang kontak pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Rute Jakarta-Pontianak dilaporkan pada pukul 14.40 WIB, Sabtu 9 Januari 2021.

 

Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, secara teknis kronologi sementara sebagai berikut: Pesawat Sriwijaya SJY 182 take off dari Bandara Soekarno Hatta menuju Pontianak pada pukul 14.36 WIB.

 

Pada pukul 14.37 WIB melewati 1700 kaki dan melakukan kontak dengan Jakarta Approach.

 

Pukul 14.40 WIB, Jakarta Approach melihat pesawat Sriwijaya Air tidak ke arah 075 derajat melainkan ke Barat Laut (North West), oleh karenanya ditanya oleh ATC untuk melaporkan arah pesawat.

 

Tidak lama kemudian, dalam hitungan detik, Pesawat hilang dari radar. Manajer operasi langsung berkoordinasi dengan: Basarnas, Bandara tujuan, dan instansi terkait lainnya.

 

Saat ini tim penyelamat telah menurunkan sejumah kapal untuk melakukan pertolongan, yaitu kapal dari KPLP Ditjen Perhubungan Laut, Kapal Basarnas (3 kapal dan 3 kapal karet, 2 sea rider), dan Kapal TNI Angkatan Laut (KRI Lalat, KRI Kurau, KRI Siwar, dan KRI Cut Nyak Dien).(red/*)

 

 

Tinggalkan Balasan